Showing posts with label M. Show all posts
Showing posts with label M. Show all posts

Monday, 12 September 2016

Morfin

Morfin merupakan jenis obat yang masuk ke dalam golongan analgesik opium atau narkotik. Obat ini digunakan untuk mengatasi rasa sakit yang terbilang parah dan berkepanjangan atau kronis. Morfin bekerja pada saraf dan otak sehingga tubuh tidak merasakan rasa sakit.
Meskipun memiliki manfaat besar, morfin juga dapat menyebabkan ketergantungan. Risiko ketergantungan ini bahkan lebih tinggi pada pasien yang di masa lalunya pernah kecanduan alkohol atau narkoba.

Menghentikan pengobatan morfin yang telah berlangsung jangka panjang juga tidak bisa sekaligus, terutama pada pasien yang menggunakan morfin dalam dosis besar. Hal ini dapat menimbulkan gejala putus obat seperti kegelisahan, tubuh berkeringat, nyeri otot, dan mual. Untuk mengatasinya dokter akan mengurangi dosis secara bertahap hingga pasien benar-benar lepas dari morfin.
Tentang Morfin
Jenis obat
Analgesik opium
Golongan
Obat resep
Manfaat
Meredakan rasa sakit yang parah
Dikonsumsi oleh
Dewasa dan anak-anak
Bentuk obat
Tablet, kapsul, cairan yang diminum, dan suntik
Peringatan:
  • Bagi wanita yang sedang merencanakan kehamilan, tengah hamil, atau sedang menyusui, sebaiknya tidak mengonsumsi obat ini.
  • Harap berhati-hati bagi penderita gangguan jantung, ginjal, pernapasan, prostat, saluran empedu, tiroid, pankreas, dan adrenal, penderita tekanan darah rendah, epilepsi, radang usus, dan myasthenia gravis atau kondisi yang menyebabkan otot melemah.
  • Harap waspada bagi yang mengalami sembelit selama lebih dari satu minggu, baru-baru saja mengalami cidera parah di kepala, dan pernah mengalami ketergantungan terhadap obat-obatan atau minuman keras.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Morfin
Berikut ini adalah dosis awal pemberian morfin bagi orang dewasa atau bagi yang telah memiliki berat badan lebih dari 50 kilogram.
Untuk morfin tablet, dosis yang diberikan biasanya berkisar antara 5-20 mg tiap empat jam sekali. Sedangkan untuk morfin suntik, dosis yang diberikan biasanya berkisar antara 3-5 mg tiap empat jam sekali. Dosis akan diberikan sesuai dengan tingkat keparahan rasa sakit, kondisi pasien. Dosis akan direvisi secara teratur dan disesuaikan dengan respons tubuh terhadap obat.
Mengenai pasien anak-anak, selain mempertimbangkan tingkat rasa sakit dan kondisi, dosis morfin juga akan disesuaikan dengan berat badan mereka.
Mengonsumsi Morfin dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dengan seksama dan baca informasi yang tertera pada kemasan morfin sebelum mulai menggunakannya.
Morfin dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Jika Anda diresepkan tablet morfin oleh dokter, telanlah tablet tersebut dengan bantuan air minum dan jangan menghancurkannya. Namun jika yang diresepkan dokter adalah kapsul morfin, Anda bisa menelannya secara utuh dengan air atau pun mencampurkan isi kapsul morfin tersebut pada makanan.
Disarankan untuk tidak mengonsumsi minuman keras selama menjalani pengobatan morfin karena dapat menimbulkan efek samping, seperti mengantuk atau pusing.
Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi morfin pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya.
Bagi pasien yang lupa mengonsumsi morfin, disarankan untuk melewatkannya. Jangan menggandakan dosis morfin untuk mengganti dosis yang terlewat.
Jangan mengonsumsi morfin melebihi waktu yang ditetapkan oleh dokter untuk menghindari ketergantungan terhadap obat ini.
Jika Anda berencana melakukan perjalanan ke luar negeri, mintalah surat keterangan dari dokter bahwa Anda sedang menjalani pengobatan morfin. Hal ini dikarenakan morfin termasuk obat yang penggunaannya diawasi, dan beberapa negara menerapkan aturan tersebut demi mencegah terjadinya penyalahgunaan.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Morfin
Sama seperti obat-obat lainnya, morfin berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang biasa terjadi setelah mengonsumsi analgesik narkotik ini adalah:
Biasanya efek samping akan hilang dengan sendirinya setelah tubuh menyesuaikan dengan pengobatan. Namun jika efek samping tidak kunjung hilang atau justru memburuk, hubungi dokter yang memberikan resep obat ini sebelum melanjutkan penggunaan.


Minoxidil

Minoxidil termasuk dalam golongan vasodilator, yaitu obat yang memperlebar pembuluh darah. Meski kinerjanya belum diketahui dengan pasti, obat cair ini terbukti efektif untuk mengatasi rambut rontok akibat keturunan atau perubahan hormon. Misalnya pola kerontokan rambut pria yang dikenal dengan istilah medis alopesia androgenetik dan pola kerontokan rambut wanita.

Manfaat minoxidil berbeda-beda untuk tiap pengguna. Keefektifan obat ini umumnya baru akan terlihat setelah pemakaian selama sekitar beberapa bulan. Tekstur rambut yang baru tumbuh mungkin akan lebih tipis, tapi biasanya akan berkembang seiring waktu.
Berdasarkan tingkat kandungannya, obat ini terbagi dalam dua jenis. Minoxidil 5 persen khusus untuk pria dan minoxidil 2 persen khusus untuk wanita.
Tentang Minoxidil
Jenis obat
Vasodilator
Golongan
Obat resep
Manfaat
Mencegah dan mengatasi rambut rontok
Dikonsumsi oleh
Dewasa
Bentuk obat
Obat cair untuk dioles
Minoxidil tersedia dalam berbagai merek dan sebaiknya hanya digunakan oleh orang berusia 18-65 tahun.
Peringatan:
  • Wanita hamil dan menyusui sebaiknya menghindari penggunaan minoxidil.
  • Penggunaan minoxidil hanya khusus untuk kulit kepala. Jangan memakainya pada bagian lain pada tubuh.
  • Jangan menutup kulit kepala yang sudah diolesi minoxidil dengan perban atau plester.
  • Hentikan pemakaian dan hubungi dokter jika tidak ada perubahan yang berarti setelah menggunakan minoxidil selama satu tahun.
  • Harap berhati-hati jika menderita penyakit kulit yang dapat memengaruhi kondisi kulit kepala, seperti psoriasis, penyakit jantung, hipertensi, gangguan hati, gangguan ginjal, atau menggunakan obat kulit lain.
  • Jauhkan kemasan dari api karena obat ini mudah terbakar.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera hubungi dokter.
Dosis Minoxidil:
Dosis minoxidil yang diberikan tergantung pada jenis kelamin pasien, tingkat kandungan minoxidil, serta riwayat kesehatan pasien. Batas usia untuk pengguna obat ini umumnya adalah 18-65 tahun.
Takaran umum untuk minoxidil adalah 1 ml dengan frekuensi penggunaan dua kali sehari. Batas maksimal pemakaiannya adalah 2 ml dalam sehari.
Keefektifan minoxidil 2 persen yang digunakan oleh pasien wanita akan terlihat setelah penggunaan sekitar empat bulan atau lebih. Sedangkan minoxidil 5 persen untuk pasien pria akan menunjukkan manfaatnya setelah digunakan selama dua bulan atau lebih.
Mengonsumsi Minoxidil dengan Benar
Gunakanlah minoxidil sesuai anjuran dokter dan jangan lupa untuk membaca keterangan pada kemasan. Beberapa langkah penggunaan berikut ini mungkin dapat berguna.
  • Pastikan kulit kepala Anda dan rambut Anda kering sebelum menggunakan minoxidil.
  • Oleskan dosis minoxidil sesuai anjuran dokter pada kulit kepala yang botak mulai dari bagian tengah.
  • Jangan keramas setidaknya selama empat jam setelah menggunakan minoxidil.
  • Hindari penggunaan hairdryer pada bagian kulit kepala yang diolesi minoxidil.
  • Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan setelah mengoleskan minoxidil.
Pastikan bahwa kulit kepala Anda sehat dan normal sebelum menggunakan minoxidil. Jika digunakan saat kulit kepala mengalami iritasi atau terbakar matahari, obat ini dapat terserap tubuh dan menyebabkan efek samping. Minoxidil juga hanya boleh digunakan untuk menangani rambut rontok akibat perubahan hormon atau keturunan.
Minoxidil harus digunakan secara terus-menerus untuk memertahankan rambut yang sudah tumbuh. Jika Anda berhenti memakainya, helai-helai rambut tersebut akan kembali rontok dalam beberapa bulan.
Bagi pasien yang lupa menggunakan minoxidil, disarankan segera menggunakannya begitu teringat. Jangan menggandakan dosis minoxidil pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Minoxidil
Tiap obat pasti memiliki efek samping, termasuk minoxidil. Beberapa efek samping yang dapat terjadi saat menggunakan minoxidil adalah:
  • Iritasi, sensasi terbakar, gatal-gatal, atau kemerahan pada bagian kulit kepala yang diobati.
  • Sakit kepala.
  • Pertumbuhan rambut di bagian lain tubuh.
  • Rambut rontok pada awal penggunaan(sekitar 2-6 minggu).
Segera hentikan penggunaan minoxidil dan hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping yang serius, seperti detak jantung yang cepat, dada terasa sakit, pingsan, kenaikan berat badan tanpa sebab yang jelas, serta pembengkakan pada tangan atau kaki.


Miconazole

Miconazole merupakan obat untuk mengatasi infeksi jamur yang menyerang bagian-bagian tubuh, seperti vagina, mulut, dan kulit.
Gejala infeksi jamur umumnya meliputi rasa gatal, kemerahan, dan rasa perih pada bagian yang terinfeksi. Jika terjadi di mulut, penderita akan merasa tidak nyaman saat makan atau minum dan muncul bintik-bintik putih di dalam mulut. Dan jika infeksi jamur menyerang vagina, bisa menyebabkan keputihan atau cairan putih kental dan rasa gatal atau perih.

Dalam mengobati infeksi, miconazole berfungsi membunuh dan menghentikan pertumbuhan jamur. Selain di vagina, mulut, dan kulit tubuh, miconazole juga dapat mengobati infeksi jamur yang terjadi di kuku. Pada balita, obat ini dapat dipakai untuk mengobati kondisi yang disebut “ruam popok” atau infeksi yang terjadi di bagian bokong akibat pemakaian popok.
Tentang Miconazole
Jenis obat
Obat anti jamur
Golongan
Obat resep
Manfaat
Mengobati infeksi jamur pada kulit, mulut, vagina, dan kuku
Dikonsumsi oleh
Dewasa dan anak-anak
Bentuk obat
Oral gel, krim, salep, bedak, dan kapsul khusus untuk infeksi pada vagina
Peringatan
  • Bagi wanita yang sedang hamil atau menyusui, sesuaikan dosis miconazole dengan anjuran dokter.
  • Tanyakan dosis miconazole untuk anak-anak kepada dokter.
  • Harap berhati-hati bagi pasien yang menderita gangguan hati, porfiria, mengonsumsi obat lain seperti warfarin, serta bagi pasien yang berusia di bawah 18 tahun.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Miconazole
Berikut ini adalah dosis umum penggunaan miconazole dalam berbagai bentuk:
Bentuk obat
Pengguna
Dosis
Krim dan salep
Dewasa
Oleskan secukupnya pada bagian yang terinfeksi 2-3 kali sehari
Bedak
Dewasa
Taburi secukupnya bagian yang terinfeksi 2 kali sehari
Oral gel
Dewasa
Oleskan ke bagian mulut yang mengalami infeksi 4 kali sehari setelah makan
Kapsul untuk infeksi jamur di vagina
Wanita di atas 18 tahun
Masukkan 1 kapsul ke dalam vagina 1 kali sehari menjelang tidur malam (1 kapsul biasanya mengandung 1200 mg miconazole)
Tanyakan dosis miconazole untuk anak-anak kepada dokter.
Mengonsumsi Miconazole dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan miconazole sebelum mulai menggunakannya.
Miconazole biasanya digunakan selama satu hingga dua minggu. Gunakanlah miconazole sesuai dengan jangka waktu yang dianjurkan oleh dokter. Biasanya obat ini masih harus tetap digunakan selama beberapa hari setelah gejala reda. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah infeksi datang kembali.
Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Bagi pasien yang lupa menggunakan miconazole, disarankan segera menggunakannya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis miconazole pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.
Jika Anda menggunakan oral gel untuk mengobati infeksi jamur di mulut, sebaiknya jangan makan atau minum dahulu setengah jam setelah menggunakannya. Hal ini dimaksudkan agar efek obat dapat maksimal karena tidak tersapu oleh makanan atau minuman yang kita konsumsi. Jika infeksi jamur telah menyebar ke tenggorokan, kemungkinan dokter akan menganjurkan Anda untuk menelan oral gel tersebut.
Untuk mengurangi risiko terkena infeksi jamur di mulut, Anda disarankan untuk tidak merokok, mengontrol diabetes Anda, dan membersihkan mulut setelah menggunakan inhaler steroid jika Anda menderita sakit asma. Apabila Anda menggunakan gigi palsu, copot gigi tersebut menjelang tidur dan bersihkan gel miconazole. Jangan pakai gigi palsu saat tidur malam untuk mencegah risiko terkena infeksi jamur.
Kapsul miconazole yang digunakan untuk mengobati infeksi jamur di vagina dapat menghancurkan lateks kondom. Jika Anda adalah wanita yang ingin menghindari kehamilan, jangan berhubungan seks dahulu ketika menjalani pengobatan dengan kapsul miconazole atau gunakan alat kontrasepsi selain kondom. Selain itu, berhubungan seks saat infeksi di vagina Anda belum sembuh juga berbahaya karena dapat menulari pasangan Anda.
Untuk mencegah infeksi jamur pada kulit, keringkan badan Anda dengan handuk jika terkena air, keringat atau setelah mandi, terutama di bagian-bagian lipatan. Infeksi jamur sering terjadi di area kulit yang lembap.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Miconazole
Sama seperti obat-obat lain, miconazole juga berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang bisa terjadi setelah menggunakan obat anti jamur ini adalah:
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Sakit gigi
  • Mulut terasa kering
  • Nyeri dan bengkak pada gusi
  • Adanya perubahan rasa di lidah
  • Kulit terasa gatal
  • Mual


Metoclopramide

Mual dan muntah adalah gejala yang dilatarbelakangi oleh berbagai kondisi serta penyakit-penyakit. Terdapat banyak obat yang bisa digunakan untuk meredakan mual dan muntah. Salah satunya adalah metoclopramide. Obat ini sering diberikan oleh dokter pada pasien yang mengalami gejala mual dan muntah karena migrain serta setelah menjalani operasi, radioterapi, atau kemoterapi. Khusus bagi pengidap migrain, metoclopramide dapat diminum bersamaan dengan analgesik untuk meningkatkan keefektifan analgesik.

Metoclopramide akan meningkatkan aktivitas otot-otot pada saluran pencernaan sehingga makanan lebih cepat terdorong dari lambung menuju usus. Proses ini akan mengurangi gejala mual yang dirasakan.
Jenis obat
Antiemetik
Golongan
Obat resep
Manfaat
Mencegah serta meredakan mual dan muntah
Dikonsumsi oleh
Dewasa dan anak-anak
Bentuk
Tablet, obat cair, obat suntik
Metoclopramide tersedia dalam berbagai merek dan harus digunakan dengan resep dokter. Penggunaan bagi pasien di bawah usia 20 tahun dan di atas 65 tahun juga sebaiknya dengan pengawasan dokter.
Peringatan
  • Wanita yang berencana untuk hamil atau sedang hamil hanya boleh menggunakan metoclopramide jika dianjurkan oleh dokter.
  • Ibu menyusui dilarang menggunakan metoclopramide.
  • Harap berhati-hati bagi yang menderita epilepsi, pendarahan pada lambung, gangguan ginjal, gangguan hati, asma, detak jantung yang tidak teratur, diabetes, gangguan mental, penyakit Parkinson, porfiria, tumor pada kelenjar adrenal, dan bagi mereka yang berusia di bawah 20 tahun dan di atas 65 tahun.
  • Hindari konsumsi minuman keras selama menggunakan metoclopramide.
  • Pengguna metoclopramide sebaiknya tidak mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan alat berat karena obat ini bisa menyebabkan pusing dan kantuk.
  • Jika menggunakan metoclopramide, beri tahu dokter sebelum menjalani penanganan medis apa pun.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Metoclopramide
Tiap pasien membutuhkan dosis metoclopramide yang berbeda-beda. Takaran ini ditentukan oleh dokter berdasarkan berat badan, jenis kondisi, serta respons tubuh pasien terhadap obat.
Metoclopramide hanya boleh digunakan untuk jangka pendek, yaitu maksimal lima hari. Tabel berikut menjelaskan dosis metoclopramide yang umumnya dianjurkan.
Pasien
Dosis (miligram)
Di atas 18 tahun
10 – sebanyak 1 hingga 3 kali sehari
15-18 tahun
0,1-0,5 untuk tiap kilogram berat badan – sebanyak 1 hingga 3 kali sehari
Dosis maksimal per hari sebanyak 30 mg atau 0,5 mg per kilogram berat badan.
Bagi pasien di bawah 15 tahun, dosis metoclopramide harus dikonsultasikan dengan dokter. Obat ini juga sebaiknya tidak diberikan kepada anak-anak dengan berat badan di bawah 61 kg.
Mengonsumsi Metoclopramide dengan Benar
Gunakanlah metoclopramide sesuai anjuran dokter dan jangan lupa untuk membaca keterangan pada kemasan.
Periksakanlah diri Anda secara rutin ke dokter selama menggunakannya agar perkembangan kondisi Anda serta keefektifan obat dapat dipantau.
Metoclopramide sebaiknya diminum 30 menit sebelum makan. Selama menggunakan antiemetik ini, hindarilah minuman keras karena kandungan alkoholnya dapat meningkatkan risiko efek samping.
Apabila mengonsumsi metoclopramide dalam bentuk cair, sebaiknya menggunakan sendok atau gelas takar khusus yang disertakan di dalam kemasan. Jangan menggunakan sendok makan biasa karena kemungkinan takarannya berbeda.
Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Jeda waktu yang ideal adalah 6-8 jam.
Bagi pasien yang lupa mengonsumsi metoclopramide, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis metoclopramide pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Metoclopramide
Sama seperti obat lain, metoclopramide juga berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang dapat terjadi saat mengonsumsi antienemik ini meliputi:
  • Pusing.
  • Mengantuk.
  • Diare (pada pengguna dosis tinggi).
  • Sakit kepala.
  • Mulut kering.
  • Ruam pada kulit.
  • Payudara terasa nyeri.
  • Menstruasi yang tidak teratur.
  • Detak jantung yang cepat.
  • Gangguan motorik pada otot wajah, mata, serta tubuh.
Efek-efek samping ini biasanya akan berkurang dan hilang setelah tubuh beradaptasi dengan obat. Tetapi jika tidak kunjung membaik, segera hentikan pemakaian obat dan hubungi dokter.


Metil salisilat

Metil salisilat adalah obat untuk membantu mengatasi rasa sakit dan nyeri ringan pada otot atau persendian. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:
  • Nyeri punggung.
  • Terkilir.
  • Artritis atau radang persendian.
  • Nyeri otot.
  • Nyeri sendi.
  • Cedera akibat olahraga.
  • Nyeri pinggang.
  • Nyeri leher.
  • Nyeri bahu.
  • Nyeri lutut dan tungkai kaki.
  • Nyeri pergelangan dan jari tangan.

Selain itu, metil salisilat bisa meningkatkan mobilitas atau daya gerak sendi. Rasa sakit atau nyeri pada otot, sendi dan tendon akan teralihkan oleh rasa dingin metil salisilat pada awal dioleskan, namun setelah itu kulit akan terasa hangat.
Tentang Metil Salisilat
Jenis obat
Obat analgesik
Golongan
Obat bebas, namun ada merek yang memerlukan resep dokter
Manfaat
  • Meredakan nyeri otot dan sendi
  • Meningkatkan mobilitas atau daya gerak sendi
Digunakan oleh
Dewasa dan anak-anak di atas 12 tahun
Bentuk obat
Obat oles atau salep
Metil salisilat tersedia dalam berbagai merek, ada yang bisa dibeli secara bebas di apotek dan ada yang memerlukan resep dokter.
Peringatan
  • Bagi wanita hamil dan ibu yang sedang menyusui, tanyakan pada dokter sebelum menggunakan obat ini.
  • Harap berhati-hati bagi penderita asma dan polip di rongga hidung.
  • Harap waspada bagi yang mengalami iritasi atau kulit yang terluka.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Metil Salisilat
Oleskan metil salisilat dengan tipis di bagian yang terasa nyeri. Oleskan secara merata dan gosok dengan perlahan. Jangan mengoleskan lebih dari 4 kali sehari.
Menggunakan Metil Salisilat dengan Benar
Baca informasi yang tertera pada kemasan metil salisilat sebelum menggunakannya. Jika tidak terdapat kejelasan, hubungi dokter.
Bilas tangan dengan air setelah mengoleskan obat ini. Dan tunggu setidaknya 30 menit sebelum mencuci tangan jika metil salisilat dioleskan pada bagian tangan.
Berikut ini adalah beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat menggunakan metil salisilat:
  • Jangan mengoleskan metil salisilat pada kulit yang terluka atau iritasi.
  • Jangan membungkus atau menutup erat bagian tubuh yang dioleskan metil salisilat, karena bisa meningkatkan risiko terkena efek samping.
  • Jangan mengoleskan metil salisilat sebelum, saat, atau setelah melakukan aktivitas yang meningkatkan suhu kulit, seperti olahraga atau mandi dengan air hangat. Hal ini bisa meningkatkan risiko terkena efek samping.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Metil Salisilat
Sama seperti obat-obatan lainnya, metil salisilat berpotensi menyebabkan efek samping. Efek samping yang umum terjadi adalah kulit akan terasa panas, seperti terbakar dan berwarna merah.
Selain itu, ada beberapa efek samping yang lebih serius, namun jarang terjadi seperti berikut ini:
  • Timbulnya rasa sakit yang tidak biasa pada kulit.
  • Telinga berdengung.
  • Kulit melepuh dan berwarna sangat merah.
  • Mual atau muntah.
Jika mengalami gejala efek samping seperti disebutkan di atas, segera temui dokter.