Showing posts with label G. Show all posts
Showing posts with label G. Show all posts

Monday, 12 September 2016

Griseofulvin

Griseofulvin adalah obat yang diminum untuk mengobati infeksi jamur pada kulit misalnya di selangkangan, paha, serta kulit kepala. Selain itu, obat ini juga dapat digunakan untuk infeksi jamur yang menyerang kuku kaki dan tangan.
Griseofulvin masuk ke daftar obat-obatan utama Badan Kesehatan Dunia atau WHO. Badan ini mengategorikan griseofulvin sebagai salah satu obat terpenting yang dibutuhkan dalam sistem kesehatan dasar. Griseofulvin tersedia dalam bentuk tablet dan cairan yang diminum.

Tentang Griseofulvin
Jenis obat
Anti jamur
Golongan
Obat resep
Manfaat
Mengobati infeksi yang disebabkan oleh jamur pada kulit dan kuku
Dikonsumsi oleh
Dewasa dan anak-anak
Bentuk obat
Tablet dan cairan yang diminum
Peringatan:
  • Griseofulvin sebaiknya tidak digunakan oleh wanita hamil atau menyusui.
  • Jika Anda adalah pasangan yang sedang berencana memiliki anak, kehamilan hanya boleh terjadi setelah masa pengobatan griseofulvin selesai. Untuk wanita, Anda baru boleh hamil setidaknya sebulan setelah masa pengobatan selesai. Sedangkan untuk pria, Anda baru boleh membuahi pasangan setidaknya 6 bulan setelah masa pengobatan selesai.
  • Tanyakan dosis griseofulvin untuk anak-anak kepada dokter.
  • Harap berhati-hati jika Anda menderita penyakit lupus, gangguan hati, dan porfiria.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Griseofulvin
Untuk orang dewasa, dosis griseofulvin berkisar antara 500-1000 mg per hari. Dosis ini biasanya untuk sekali minum per hari, namun tidak menutup kemungkinan dokter akan membaginya. Dosis biasanya akan disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit, kondisi kesehatan, dan respons pasien terhadap obat.
Untuk pasien anak-anak, dosis juga akan disesuaikan dengan berat badan mereka.
Mengonsumsi Griseofulvin dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan griseofulvin sebelum mulai mengonsumsinya.
Telanlah tablet griseofulvin dengan dibantu air minum. Obat ini sebaiknya dikonsumsi setelah makan agar bisa diserap secara maksimal oleh tubuh.
Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi griseofulvin pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya.
Bagi pasien yang lupa mengonsumsi griseofulvin, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Tapi jangan menggandakan dosis griseofulvin pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.
Durasi pengobatan dengan griseofulvin bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan infeksi. Pengobatan bisa berlangsung beberapa minggu atau bulan.
Jangan mengonsumsi alkohol ketika menggunakan griseofulvin karena efeknya dikhawatirkan dapat berbahaya bagi tubuh.
Pada beberapa kasus, griseofulvin dapat membuat kulit penggunanya menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. Jika Anda mengalami hal ini, lindungilah kulit dari sinar matahari saat melakukan aktivitas di luar dan gunakan losion tabir surya.
Penting bagi Anda untuk tetap menggunakan griseofulvin walau kondisi tampak sudah membaik atau paling tidak hingga dua minggu setelah gejala infeksi hilang. Hal ini dilakukan untuk memastikan infeksi benar-benar sembuh dan tidak kembali.
Ketika Anda menjalani pengobatan dengan griseofulvin, usahakan untuk tetap rutin menemui dokter agar perkembangan kondisi Anda bisa diketahui.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Griseofulvin
Sama seperti obat-obat lain, griseofulvin juga berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang biasa terjadi setelah mengonsumsi obat anti jamur ini adalah:


Gliserol topikal

Gliserol topikal adalah jenis obat emolien yang berguna untuk melembapkan kulit, mencegah kulit kering, kasar dan bersisik, kulit gatal, dan iritasi kulit ringan. Obat ini digunakan dalam mengatasi kulit kering yang terjadi pada beberapa kondisi seperti dermatitis, eksim, dan psoriasis.

Ketika lapisan kulit terluar kekurangan air, pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya kulit kering. Obat jenis emolien atau pelembap berfungsi membentuk lapisan berminyak pada bagian kulit terluar untuk menahan air agar tetap berada di kulit. Gliserol topikal adalah salah satu obat yang berguna untuk menahan air di lapisan kulit terluar. Kondisi ini akan membantu dalam membuang sel kulit mati dan menjadikan kulit lebih lembap dengan mempertahankan air.
Tentang Gliserol Topikal
Jenis obat
Emolien dan pelindung kulit.
Golongan
Obat bebas
Manfaat
  • Melembapkan dan melembutkan kulit.
  • Melindungi kulit dari iritasi.
  • Mengatasi kulit gatal-gatal.
  • Mengobati dan mencegah kulit kering, kasar, dan bersisik.
Dikonsumsi oleh
Dewasa dan anak-anak
Nama lain
Gliserine, gliserin.
Bentuk
Obat oles
Peringatan:
  • Bagi wanita hamil, menyusui, atau yang mencoba memiliki anak, ikuti anjuran dokter tentang pemakaian obat ini.
  • Hentikan penggunaan obat ini jika gejala tidak membaik atau bertambah parah.
  • Harap waspada jika Anda mengalami luka terbuka atau infeksi kulit. Tanyakan pada dokter sebelum menggunakan gliserol topikal.
  • Jika terjadi reaksi alergi, segera temui dokter.
Dosis Gliserol Topikal
Pemakaian umum untuk gliserol topikal adalah sekitar empat hingga enam kali dalam sehari, tapi dosis ini akan disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi kulit . Tanyakan kepada dokter atau apoteker untuk mengetahui lebih lanjut.
Menggunakan Gliserol Topikal dengan Benar
Pastikan untuk membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam menggunakan gliserol topikal. Oleskan obat ini pada daerah kulit yang bermasalah sesuai petunjuk dalam kemasan obat atau anjuran dari dokter.
Periksa pada kemasan obat, daerah mana saja yang tidak boleh terkena produk ini. Misalnya wajah, mata, mulut, kulit yang terluka, iritasi, tergores, atau area kulit yang baru saja dicukur.
Cara pemakaian produk gliserol topikal bisa berbeda-beda. Beberapa produk dari gliserol topikal perlu dikocok sebelum digunakan, ada pula obat gliserol topikal yang harus dicampur dengan air sebelum dioleskan pada area kulit yang bermasalah.
Gunakan obat ini secara teratur. Untuk mengatasi kulit tangan yang kering, Anda disarankan menggunakannya setelah selesai mandi atau ketika area yang bermasalah masih dalam keadaan sedikit basah.
Jika kulit kering yang ada sangat parah, Anda disarankan untuk merendam area kulit yang kering sebelum mengoleskan obat ini. Hindari mandi terlalu sering, mandi air panas, atau mandi dalam waktu lama karena bisa memperparah kondisi kulit yang kering.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Gliserol Topikal
Obat oles ini jarang menyebabkan efek samping. Namun, beberapa efek samping yang berpotensi terjadi adalah:
  • Sensasi rasa terbakar atau menyengat.
  • Kulit menjadi kemerahan.
  • Munculnya reaksi iritasi.
Jika efek samping yang terjadi berkepanjangan atau Anda mengalami reaksi alergi, segera temui dokter atau datangi rumah sakit terdekat.


Glimepiride

Glimepiride adalah obat untuk meningkatkan jumlah insulin yang dilepaskan oleh pankreas dan mengatasi kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes tipe 2. Insulin berguna membantu mengendalikan kadar gula di dalam darah dan merupakan sebuah hormon yang terbuat secara alami di dalam pankreas.

Penderita diabetes melitus tidak dapat menggunakan insulin secara efektif atau tidak memiliki insulin yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Glimepiride bisa diberikan bersama insulin atau obat anti-diabetes lainnya.
Tentang Glimepiride
Jenis Obat
Obat anti-diabetes sulfonylurea
Golongan
Obat resep
Manfaat
Mengatasi diabetes melitus tipe 2
Dikonsumsi Oleh
Dewasa
Bentuk Obat
Tablet
Penggunaan glimepiride memerlukan resep dokter. Pastikan untuk mengikuti resep dan petunjuk yang disarankan oleh dokter berdasarkan kondisi kesehatan Anda.
Peringatan
  • Obat ini tidak cocok dikonsumsi oleh wanita hamil, menyusui, atau yang sedang mencoba untuk hamil.
  • Harap berhati-hati bagi penderita gangguan hati, gangguan ginjal, defisiensi glucose 6-phosphate dehydrogenase (G6PD), dan porfiria.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Glimepiride
Dosis awal biasanya adalah 1 mg per hari dan bisa ditingkatkan sesuai tingkat keparahan penyakit dan atas anjuran dokter. Dosis maksimal glimepiride adalah 6 mg per hari.
Mengonsumsi Glimepiride dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan glimepiride sebelum menggunakannya.
Glimepiride dapat dikonsumsi sesaat sebelum atau pada saat sarapan. Gunakan air putih untuk menelan tablet glimepiride.
Periksakan kadar gula darah dan diri Anda secara rutin kepada dokter agar dapat mengetahui perkembangannya.
Ikuti saran dokter tentang pola makan yang sehat dan olahraga secara teratur. Upaya untuk mengurangi merokok akan membantu proses pengobatan. Sebelum Anda melakukan olahraga fisik yang baru, konsultasikan terlebih dulu kepada dokter.
Dosis mungkin perlu disesuaikan oleh dokter jika Anda lebih sering buang air kecil, merasa sangat lelah, dan merasa haus yang tidak biasa.
Hindari mengonsumsi minuman keras karena dapat memengaruhi kadar gula darah.
Bagi pasien yang lupa mengonsumsi glimepiride disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis glimepiride pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.
Segera mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula jika mengalami gejala hipoglisemia seperti merasa lemas, pucat, jantung berdebar, penglihatan kabur, rasa lapar, dan gemetar.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Glimepiride
Sama seperti obat-obatan lainnya, glimepiride berpotensi menyebabkan efek samping. Tapi seiring dengan penyesuaian tubuh dengan obat, efek samping umumnya akan berkurang dan mereda.
Berikut ini adalah beberapa efek samping yang dapat terjadi, tapi jarang dialami:
  • Konstipasi
  • Mual
  • Diare
  • Pucat
  • Pusing


Glibenclamide

Glibenclamide adalah obat yang digunakan pada pasien diabetes tipe 2 untuk mengendalikan kadar gula (glukosa) darah yang tinggi. Pada diabetes tipe 2, tubuh tidak bisa berfungsi dengan baik dalam menyimpan gula berlebih yang ada di aliran darah.

Glibenclamide menurunkan kadar gula darah dengan cara merangsang tubuh untuk mengeluarkan lebih banyak insulin. Insulin adalah hormon yang terbuat secara alami di dalam pankreas. Hormon inilah yang membantu mengendalikan kadar gula di dalam darah agar tidak terlalu tinggi. Kondisi pada saat tubuh tidak bisa cukup menghasilkan insulin atau tidak mampu menggunakan insulin dengan baik disebut diabetes.
Kadar gula yang terlalu tinggi bisa menyebabkan kerusakan ginjal, kebutaan, gangguan saraf, amputasi, atau gangguan gairah seksual. Bahkan, risiko serangan jantung dan stroke juga meningkat jika diabetes tidak ditangani dengan baik.
Sebagian orang yang memiliki kadar gula darah tinggi bisa mengendalikannya dengan cara mengubah menu makanan mereka. Tapi pada sebagian orang lainnya, obat antidiabetes seperti glibenclamide dibutuhkan untuk mengatur kadar gula darah.
 Tentang Glibenclamide
Jenis obat
Kelompok obat antidiabetes sulfonilurea
Golongan
Obat resep
Manfaat
Membantu turunkan kadar gula dalam darah pada diabetes tipe 2
Nama lain
Glyburide
Dikonsumsi oleh
Dewasa
Bentuk obat
Tablet
 Peringatan:
  • Bagi wanita hamil, merencanakan kehamilan, atau  sedang menyusui, hindari pemakaian obat ini.
  • Harap berhati-hati bagi penderita gangguan hati, gangguan ginjal, porfiria, penyakit tiroid, gangguan sistem saraf dan penyakit defisiensi G6DP dalam mengonsumsi obat ini.
  • Konsumsi obat ini dengan atau langsung setelah makanan pertama Anda, biasanya makan pagi.
  • Selama mengonsumsi obat ini, ikuti anjuran-anjuran dan nasihat dokter mengenai pola makan dan rutinitas berolahraga.
  • Kenali gejala-gejala hipoglikemia karena kadar gula rendah merupakan salah satu efek samping yang umum terjadi.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Glibenclamide
Dosis umum pemakaian glibenclamide adalah 2,5 mg hingga 5 mg dalam satu hari. Dosis akan direvisi atau bisa diubah sesuai dengan respon tubuh terhadap obat. Resep dari dokter jarang melebihi 15 mg per harinya.
 Mengonsumsi Glibenclamide dengan Benar
Pastikan untuk membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dengan teliti dalam mengonsumsi glibenclamide dan saran tentang menu makanan serta pola olahraga. Sangat penting untuk mengikuti saran yang diberikan pada Anda.
Obat ini dikonsumsi bersamaan atau segera setelah sarapan atau makan dengan porsi besar pertama. Bagi yang mengonsumsi obat ini dengan dosis tinggi, disarankan untuk membaginya menjadi dua dosis sehari.
Apabila Anda merasa sangat haus, sering buang air kecil, atau merasa sangat kelelahan, itu adalah tanda-tanda kadar gula dalam darah sangat tinggi. Kondisi tersebut harus segera diperiksakan ke dokter.
Pastikan juga untuk mengetahui tanda-tanda dan gejala kadar gula darah rendah, misalnya merasa gemetaran, gelisah, berkeringat, pucat, merasa lapar, denyut jantung cepat, dan pusing. Obat ini bisa menyebabkan gula darah rendah, terlebih jika Anda mengonsumsi minuman keras. Jika ini terjadi, segera konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula. Tanyakan kepada dokter juga cara mengatasi kadar gula rendah.
Selalu periksa kadar gula darah secara teratur. Hal ini dilakukan untuk memeriksa perkembangan kondisi Anda dan juga penanganan diabetes yang sedang berjalan.
Bagi pasien yang lupa mengonsumsi glibenclamide, disarankan untuk mengonsumsinya pada jam makan berikutnya. Jangan menggandakan dosis glibenclamide dalam sehari untuk mengganti dosis yang terlewat. Jika terlewat hingga hari berikutnya, biarkan dosis tersebut terlewat.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Glibenclamide
Reaksi tubuh seseorang terhadap sebuah obat berbeda-beda. Terdapat beberapa efek samping umum yang berpotensi terjadi, seperti:
  • Gejala-gejala hipoglikemia.
  • Merasa mual.
  • Nyeri ulu hati.
  • Sembelit atau konstipasi.
  • Mengalami diare.
  • Berat badan naik.
Jika efek samping yang terjadi berkepanjangan atau Anda mengalami reaksi alergi, segera temui dokter atau datangi rumah sakit terdekat.


Gemfibrozil

Gemfibrozil adalah obat yang termasuk dalam golongan fibrat. Obat ini berfungsi menurunkan kadar lemak (lipid) tertentu di dalam tubuh. Trigliserida dan kolesterol adalah jenis dari lemak di dalam tubuh manusia. Lemak dihasilkan secara alami oleh tubuh manusia dan diserap dari makanan yang dikonsumsi. Ketika kandungan lemak dalam tubuh terlalu tinggi, lemak berlebih ini akan disimpan pada dinding pembuluh darah.

Lemak pada pembuluh darah akan menyebabkan munculnya gumpalan lemak yang akan mengganggu sirkulasi darah. Tingginya kadar lemak tidak secara langsung menyebabkan tubuh merasa sakit, tapi gangguan pada sirkulasi darah ini bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung maupun stroke.
Gemfibrozil berguna untuk menurunkan kadar lemak, sehingga bisa mencegah penyakit jantung dan masalah sirkulasi darah lainnya. Dokter akan meresepkan obat ini pada orang yang memiliki kadar trigliserida tinggi dan juga kadar lemak dalam darah terlalu tinggi (hiperlipidemia).
Tentang Gemfibrozil
Jenis obat
Golongan obat fibrat, penurun kolesterol.
Golongan
Obat resep
Manfaat
Menurunkan kadar lemak dalam tubuh (kolesterol dan trigliserida).
Dikonsumsi oleh
Dewasa
Bentuk obat
Tablet dan kapsul
Peringatan:
  • Bagi wanita hamil, merencanakan kehamilan, tanyakan pada dokter sebelum mengonsumsi obat ini.
  • Bagi wanita yang sedang menyusui, sebaiknya tidak mengonsumsi obat ini.
  • Harap berhati-hati dalam mengonsumsi obat ini bagi penderita gangguan ginjal, gangguan limpa, gangguan batu empedu, diabetes, kecanduan alkohol, hipotiroid, dan berusia di atas 70 tahun.
  • Jika Anda mengalami sakit atau nyeri otot yang tidak diketahui penyebabnya, kemungkinan adalah pertanda gangguan otot serius yang disebut miopati, segera cari bantuan medis.
  • Jika urine berwarna gelp, terjadi diare, demam, dan merasa sangat lelah, bisa menjadi pertanda masalah otot yang disebut rabdomiolisis. Segera temui dokter.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Gemfibrozil
Dosis umum konsumsi gemfibrozil adalah 600 mg, dikonsumsi dua kali sehari. Dosis bisa diubah sesuai dengan kondisi dan respons terhadap obat. Untuk anak-anak, tanyakan pada dokter.
Mengonsumsi Gemfibrozil dengan Benar
Pastikan untuk membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dengan teliti sebelum mengonsumsi gemfibrozil. Minum obat ini sesuai anjuran dari dokter, jangan menambah dosis, memperpanjang pemakaian, atau mengurangi jumlah dosis yang diberikan.
Biasanya obat ini dikonsumsi dua kali dalam sehari, 30 menit sebelum makan pagi/sarapan dan makan malam. Obat ini lebih mudah diserap jika dikonsumsi saat perut dalam keadaan kosong.
Telan obat ini dengan air dan jangan menghancurkan tablet atau membuka kapsul yang diberikan. Jika Anda mengonsumsi obat lain, tanyakan kepada dokter apakah obat lainnya aman untuk dikonsumsi bersamaan dengan gemfibrozil.
Agar obat ini berfungsi lebih baik, gemfibrozil biasanya dikonsumsi bersamaan dengan menjalani diet sehat (mengonsumsi makanan rendah lemak/rendah kolesterol), melakukan perubahan gaya hidup (berolahraga, mengurangi konsumsi alkohol, menurunkan berat badan berlebihan, dan berhenti merokok)
Bagi pasien yang lupa mengonsumsi gemfibrozil, disarankan untuk segera mengonsumsinya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis gemfibrozil pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Gemfibrozil
Reaksi seseorang terhadap sebuah obat berbeda-beda. Terdapat beberapa efek samping umum yang berpotensi terjadi, seperti:
  • Gangguan pencernaan.
  • Kembung, sakit perut.
  • Diare.
  • Konstipasi.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit kepala dan pusing.
  • Merasa kelelahan.
  • Mengalami vertigo.
Jika efek samping yang terjadi berkepanjangan atau Anda mengalami reaksi alergi, segera temui dokter atau datangi rumah sakit terdekat.


Gabapentin

Gabapentin merupakan obat untuk mengendalikan gejala kejang. Obat ini tidak dapat menyembuhkan epilepsi dan hanya berfungsi untuk mencegah kejang selama dikonsumsi secara rutin.
Gabapentin juga diresepkan untuk meredakan rasa sakit berkelanjutan yang diakibatkan oleh kerusakan saraf, seperti yang terjadi pada penderita diabetes, dan cacar api. Obat ini bukan untuk meredakan rasa sakit sehari-hari yang misalnya diakibatkan oleh luka ringan atau radang sendi.
Tentang Gabapentin
Jenis obat
Obat antiepilepsi
Golongan
Obat resep
Manfaat
Mengendalikan epilepsi dan rasa sakit akibat kerusakan pada saraf.
Dikonsumsi oleh
Dewasa dan anak-anak 6 tahun ke atas
Bentuk obat
Tablet, kapsul, dan cairan yang diminum
Penggunaan gabapentin memerlukan resep dokter. Pastikan untuk mengikuti resep dan petunjuk yang disarankan oleh dokter menurut kondisi kesehatan Anda.
Peringatan:
  • Bagi wanita hamil, menyusui atau yang mencoba memiliki anak, tanyakan pada dokter tentang pemakaian obat ini.
  • Tanyakan dosis gabapentin untuk anak-anak kepada dokter.
  • Harap berhati-hati bagi penderita psikosis, penyakit ginjal, diabetes, dan depresi.
  • Jika ingin mengonsumsi obat antasid, pastikan ada jarak minimal dua jam dengan waktu mengonsumsi gabapentin.
  • Konsumsi gabapetin secara teratur tiap hari. Jangan berhenti mengonsumsi kecuali atas anjuran dokter.
  • Jika mengonsumsi obat ini, sebaiknya tidak mengemudi atau mengoperasikan alat berat karena obat ini bisa menyebabkan rasa kantuk.
  • Permulaan dan pemberhentian penggunaan obat ini perlu dilakukan secara bertahap untuk mencegah efek samping dan kembalinya kondisi semula.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Gabapentin
Dosis obat ini berbeda bagi tiap pasien, tergantung pada kondisi yang diobati, tingkat keparahannya, dan respons tubuh pasien terhadap obat itu. Untuk pasien anak-anak, dosis juga harus disesuaikan dengan berat badan.
Dosis umum untuk epilepsi adalah 900-3.600 mg per hari. Total dosis per hari biasanya dibagi untuk tiga kali minum. Jarak waktu maksimum antar satu dosis dengan dosis berikutnya adalah 12 jam. Ini untuk memastikan kejang tidak terjadi dan tetap dicegah dengan secara teratur mengonsumsi gabapentin.
Untuk mengatasi rasa sakit akibat kerusakan saraf, dosis umum per hari adalah 900-3.600 mg juga dan dibagi untuk tiga kali minum.
Mengonsumsi Gabapentin dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan gabapentin sebelum menggunakannya.
Gunakan dosis rendah saat pertama mengonsumsi gabapentin, lalu naikkan dosisnya setelah beberapa hari. Hal ini bertujuan agar tubuh terbiasa dan beradaptasi dengan obat ini sehingga meminimalisasi efek samping.
Gabapentin dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Jika diresepkan gabapentin tablet atau kapsul, gunakan air putih untuk membantu menelannya.
Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Maksimum jarak waktu antara dosis adalah 12 jam; ini untuk mencegah terjadinya kejang. Usahakan untuk mengonsumsi gabapentin pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya.
Bagi yang tidak sengaja melewatkan jadwal meminum gabapentin, disarankan untuk segera meminumnya begitu teringat. Tetapi jangan mengganti dosis yang terlewat dengan menggandakan dosis gabapentin yang diminum berikutnya.
Pastikan Anda memeriksakan diri ke dokter secara teratur selama mengonsumsi gabapentin, terutama dalam beberapa bulan pertama jika Anda mengidap epilepsi. Ini bertujuan agar dokter dapat memonitor perkembangan kondisi Anda.
Sebaiknya menghindari mengonsumsi alkohol dan obat antidepresan lain selama menggunakan gabapentin.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Gabapentin
Semua obat berpotensi menyebabkan efek samping, termasuk gabapentin. Tetapi gejala akibat efek samping umumnya reda setelah tubuh menyesuaikan diri. Yang terpenting, beri tahu dokter jika Anda bermasalah dengan obat yang dikonsumsi. Efek samping yang paling umum terjadi akibat mengonsumsi obat ini adalah:
  • Mulut terasa kering
  • Sakit kepala
  • Lelah
  • Pandangan buram
  • Mengantuk
  • Konstipasi
  • Diare
  • Sakit perut
  • Perubahan berat badan
  • Sulit tidur
  • Perubahan suasana hati
  • Gemetar
  • Nyeri otot atau persendian
Segera hentikan konsumsi obat dan hubungi dokter jika mengalami efek samping yang mengganggu atau serius, seperti kulit atau putih mata menjadi kuning, sakit perut berkelanjutan yang disertai dengan muntah-muntah, memar atau pendarahan yang tidak biasa, dan ruam kulit atau pembengkakan mulut atau wajah.