Showing posts with label I. Show all posts
Showing posts with label I. Show all posts

Monday, 12 September 2016

Itraconazole

Itraconazole adalah obat untuk mengatasi infeksi jamur dengan cara membunuh jamur dan ragi penyebab infeksi. Infeksi akibat jamur atau fungi bisa menjangkiti mulut, kulit, dan vagina.
Penderita HIV/AIDS, orang yang sedang dalam pengobatan penyakit rematik, dan pasien yang menjalani kemoterapi lebih rentan terkena infeksi jamur internal karena sistem kekebalan tubuh yang lemah atau tidak berfungsi dengan baik.

Tentang Itraconazole
Jenis obat
Obat antijamur
Golongan
Obat resep
Manfaat
Mengatasi infeksi jamur
Dikonsumsi oleh
Dewasa
Bentuk
Kapsul, obat cair yang diminum dan obat suntik
Penggunaan itraconazole memerlukan resep dokter. Dosis akan diberikan sesuai kondisi kesehatan Anda. Pastikan untuk mengikuti resep dan petunjuk yang disarankan oleh dokter.
Peringatan
  • Bagi wanita hamil atau yang mencoba memiliki anak, tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat ini.
  • Bagi ibu yang sedang menyusui, sesuaikan dengan anjuran dokter.
  • Harap berhati-hati bagi penderita gangguan jantung, hati, paru-paru, ginjal dan kondisi kelainan darah yang disebut porfiria.
  • Itraconazole tidak direkomendasikan bagi orang yang berusia lanjut.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Itraconazole
Dosis yang umum diresepkan dokter adalah antara 100-400 mg per hari. Dosis akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien dan jenis jamur penyebab infeksi.
Mengonsumsi Itraconazole dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan itraconazole sebelum menggunakannya.
Itraconazole dalam bentuk obat cair yang diminum sebaiknya dikonsumsi dua jam setelah makan atau satu jam sebelum makan. Kumurlah obat cair itraconazole di dalam mulut sebelum menelannya jika pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi infeksi mulut. Sedangkan itraconazole dalam bentuk kapsul dapat dikonsumsi sesaat setelah makan, dan sebaiknya diminum dengan minuman yang sedikit asam. Jangan mengunyah atau membuka kapsul itraconazole untuk mengonsumsinya, tapi telan kapsul secara utuh.
Usahakan untuk mengonsumsi itraconazole pada pagi dan sore hari jika dokter meresepkan dosis dua kali sehari.
Untuk memastikan infeksi telah hilang sepenuhnya dan tidak kembali lagi, pengobatan harus dilakukan hingga tuntas sesuai dengan anjuran dokter. Jangka waktu pengobatan dengan itraconazole bervariasi, antara satu hari hingga beberapa minggu, tergantung pada jenis jamur penyebab infeksi dan tingkat keparahan penyakit yang diderita.
Bagi pasien yang lupa mengonsumsi itraconazole, disarankan untuk segera meminumnya begitu teringat jika jadwal berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis itraconazole pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.
Itraconazole tidak boleh diberikan bersama dengan obat untuk mengatasi gangguan pencernaan seperti antasida karena penyerapan obat oleh tubuh akan terhambat dan tidak sempurna. Tunggu hingga dua jam sebelum atau sesudah mengonsumsi itraconazole jika Anda memang perlu mengonsumsi antasida.
Pastikan untuk memeriksakan diri ke dokter secara teratur selama mengonsumsi itraconazole agar dokter dapat memonitor perkembangan kondisi Anda. Konsultasikan dengan dokter tentang alat kontrasepsi yang sesuai bagi Anda dan pasangan, karena selama mengonsumsi itraconazole hingga beberapa pekan setelahnya, Anda tidak disarankan untuk hamil.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Itraconazole
Sama seperti obat-obatan lainnya, itraconazole berpotensi menyebabkan efek samping. Tapi seiring dengan penyesuaian tubuh terhadap obat, efek samping akan berkurang dan mereda. Efek samping yang umum terjadi akibat mengonsumsi obat ini adalah:
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Diare
  • Gangguan menstruasi
  • Konstipasi
  • Perut terasa nyeri
  • Gangguan pencernaan
Selain beberapa efek samping seperti yang disebutkan di atas, ada beberapa efek samping yang lebih serius, seperti gangguan organ hati, namun hal ini jarang terjadi. Berikut ini adalah beberapa gejalanya:
  • Hilang nafsu makan
  • Nyeri perut yang berkepanjangan
  • Urine berwarna lebih gelap dari biasanya
  • Merasa lelah yang tidak biasa
Jika mengalami gejala gangguan organ hati seperti disebutkan di atas, atau gejala tidak kunjung mereda, segera temui dokter.


Isoniazid

Isoniazid merupakan salah satu obat yang digunakan untuk menangani penyakit tuberkulosis atau TBC. Obat ini biasanya dikombinasikan dengan obat TBC lainnya dalam satu tablet agar lebih praktis diminum tiap hari sehingga pasien tidak perlu minum beragam tablet.

TBC merupakan penyakit infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri dan isoniazid dinilai sebagai obat yang sangat efektif untuk mengatasinya. Namun terlepas dari keunggulannya tersebut, isoniazid juga kadang-kadang dapat merusak saraf periferal. Untuk mencegah hal itu, dokter biasanya akan meresepkan suplemen piridoksin pada penderita yang berisiko tinggi mengalami efek samping tersebut. Orang yang mengalami kerusakan saraf periferal akan mengalami gejala berupa rasa kesemutan dan mati rasa pada daerah kaki serta tangan.
Pengobatan TBC umumnya berlangsung dalam jangka waktu enam bulan. Seluruh obatnya, termasuk isoniazid, harus didapat melalui resep dokter.
Tentang Isoniazid
Jenis obat
Obat antituberkulosis
Golongan
Obat resep
Manfaat
Mengobati tuberkulosis atau TBC
Dikonsumsi oleh
Dewasa dan anak-anak
Bentuk obat
Tablet
Peringatan
  • Bagi wanita hamil dan menyusui, ikuti anjuran dokter.
  • Pastikan Anda mengonsumsi obat untuk tuberkulosis secara teratur tiap hari untuk pemulihan yang sempurna.
  • Tanyakan dosis isoniazid untuk anak-anak kepada dokter.
  • Harap berhati-hati bagi penderita diabetes, epilepsi, HIV, gangguan hati, gangguan ginjal, gangguan darah porfiria, dan gangguan mental psikosis.
  • Harap berhati-hati bagi yang metabolisme tubuhnya lambat dalam memproses isoniazid karena hal ini dapat memunculkan efek samping dari obat ini sendiri.
  • Pastikan Anda makan yang cukup dan jauhi minuman keras selama mengonsumsi isoniazid.
  • Tanyakan terlebih dahulu kepada dokter jika Anda akan menggunakan obat-obatan lain atau menjalani vaksinasi pada saat Anda sedang melakukan pengobatan dengan isoniazid.
  • Jika terjadi reaksi alergi, segera temui dokter.
Dosis isoniazid
Isoniazid sebaiknya dikonsumsi setengah jam sebelum sarapan atau dua jam setelahnya agar penyerapannya oleh tubuh bisa optimal. Jika lupa, Anda bisa mengonsumsi isoniazid setengah jam sebelum waktu makan berikutnya. Berikut ini adalah takaran pemberian isoniazid untuk orang dewasa yang disesuaikan dengan berat badan.
Berat badan (dalam kilogram)
Dosis per hari (dalam gram)
< 40
150
40 – 49
200
50 – 64
250
> 65
300
Untuk dosis anak-anak, tanyakan kepada dokter. Dosis biasanya diberikan pada kasus tertentu dengan mempertimbangkan tingkat keparahan penyakit, serta memperhitungkan berat badan anak.
Mengonsumsi isoniazid dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan isoniazid sebelum mulai mengonsumsinya.
Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi isoniazid pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya.
Bagi pasien yang lupa mengonsumsi isoniazid, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Selain itu jangan menggandakan dosis isoniazid pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.
Jangan sembarangan menggunakan obat-obatan lainnya saat Anda sedang menjalani pengobatan dengan isoniazid tanpa memberi tahu dokter terlebih dahulu, karena dikhawatirkan dapat menimbulkan efek samping yang buruk.
Pastikan Anda tetap mengonsumsi isoniazid hingga batas waktu yang ditentukan oleh dokter, meski kondisi Anda terlihat sudah lebih baik. Hal ini untuk mencegah infeksi tuberkulosis datang kembali.
Pastikan untuk tetap rutin menemui dokter selama menjalani pengobatan dengan isoniazid agar dokter dapat mengetahui perkembangan kondisi Anda dan menyesuaikan dosis obat dengan kondisi Anda tersebut.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Isoniazid
Sama seperti obat-obat lain, isoniazid juga berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang umum terjadi setelah mengonsumsi obat anti TBC ini adalah:
  • Otot terasa lemas.
  • Tubuh terasa seperti kesemutan.
  • Mual dan muntah.


Irbesartan

Irbesartan adalah obat untuk mengatasi hipertensi atau tekanan darah tinggi dengan cara menghambat efek zat kimia yang disebut angiotensin II. Irbesartan juga bisa membantu penderita diabetes tipe 2 yang memiliki tekanan darah tinggi karena obat ini memiliki fungsi melindungi ginjal.

Pembuluh darah bisa menyempit akibat pengaruh angiotensin II dan irbesartan berfungsi menghambat efek tersebut, melebarkan pembuluh darah, dan mengurangi tekanan pada pembuluh darah. Irbesartan bisa digunakan sendiri atau bersama dengan obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi lainnya.
Tentang Irbesartan
Jenis obat
Obat angiotensin II receptor antagonist
Golongan
Obat resep
Manfaat
  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi
  • Melindungi ginjal bagi penderita diabetes dan tekanan darah tinggi
Dikonsumsi oleh
Dewasa
Bentuk
Tablet
Penggunaan irbesartan memerlukan resep dokter. Pastikan untuk mengikuti resep dan petunjuk yang disarankan oleh dokter menurut kondisi kesehatan Anda.
Peringatan
  • Bagi wanita hamil, menyusui dan yang mencoba untuk memiliki anak, tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi obat ini.
  • Harap waspada bagi yang mengalami gangguan otot atau katup jantung, dan penderita gangguan ginjal yang memiliki hambatan suplai darah ke ginjal.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Irbesartan
Dosis irbesartan yang diberikan pada pasien biasanya adalah 150 mg satu kali per hari dan bisa ditingkatkan hingga menjadi 300 mg per hari tergantung kepada kondisi penyakit yang diderita. Sedangkan dosis pada masa awal terapi dan pada pasien yang berusia di atas 75 tahun adalah sekitar 75 mg satu kali per hari.
Mengonsumsi Irbesartan dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan irbesartan sebelum menggunakannya. Irbesartan dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Gunakan air putih untuk menelan tablet yang diberikan.
Hindari penggunaan zat pengganti garam yang mengandung potasium karena akan meningkatkan jumlah potasium di dalam darah dan menyebabkan masalah.
Risiko terkena efek samping, seperti pingsan atau pusing, meningkat jika mengonsumsi minuman beralkohol saat dalam pengaruh irbesartan. Penggunaan obat aspirin dan ibuprofen sebagai obat pereda nyeri antiinflamasi juga dapat meningkatkan risiko terkena efek samping dan memengaruhi kinerja irbesartan.
Penggunaan obat bius dalam pengaruh irbesartan bisa menyebabkan tekanan darah turun terlalu rendah, itu sebabnya Anda harus memberi tahu petugas medis jika menjalani perawatan gigi atau operasi.
Dianjurkan untuk menjalani gaya hidup dan pola makan yang sehat, seperti tidak merokok dan berolahraga secara rutin sebagai upaya menurunkan tekanan darah tinggi.
Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi irbesartan pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya dan menghindari lupa.
Bagi yang tidak sengaja melewatkan jadwal meminum irbesartan, disarankan untuk segera meminumnya begitu teringat. Jangan mengganti dosis yang terlewat dengan menggandakan dosis irbesartan yang diminum berikutnya.
Pastikan untuk memeriksakan diri ke dokter secara teratur selama mengonsumsi irbesartan agar dokter dapat memonitor perkembangan Anda. Dokter akan mengukur tekanan darah dan melakukan tes darah untuk memeriksa kadar potasium di dalam darah serta kesehatan ginjal.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Irbesartan
Penggunaan irbesartan berpotensi menyebabkan efek samping. Tapi seiring dengan penyesuaian tubuh dengan obat, efek samping umumnya akan mereda. Berikut ini adalah beberapa efek samping yang umum terjadi:
  • Nyeri otot dan persendian
  • Mual
  • Letih
  • Terasa seperti ingin pingsan
  • Pusing
Segera hentikan pemakaian dan ke rumah sakit terdekat jika mengalami reaksi alergi, seperti membengkaknya wajah atau mulut.


Ibuprofen

Ibuprofen termasuk jenis obat anti inflamasi non-steroid. Obat ini dapat meredakan rasa sakit ringan hingga menengah serta mengurangi inflamasi atau peradangan. Contoh kondisi atau gejala yang dapat ditangani ibuprofen adalah artritis, keseleo, nyeri otot, migrain, nyeri menstruasi, sakit gigi, dan nyeri setelah operasi. Di samping itu, ibuprofen juga dipakai untuk mengurangi gejala demam dan pegal-pegal akibat flu.

Ibuprofen bekerja dengan menghambat enzim yang berperan dalam produksi prostaglandin. Prostaglandin adalah senyawa yang dilepaskan tubuh yang menyebabkan inflamasi dan rasa sakit. Dengan menghalangi produksi prostaglandin, ibuprofen mengurangi inflamasi dan rasa sakit.
Obat ini hanya dapat mengurangi gejala dan bukan menyembuhkan penyakit penyebabnya.
Tentang Ibuprofen
Jenis obat
Obat anti inflamasi non-steroid
Golongan
Obat resep
Manfaat
Meredakan demam, rasa sakit dan inflamasi
Dikonsumsi oleh
Dewasa dan anak-anak
Bentuk
Tablet, kapsul, obat kunyah, bubuk, cairan yang diminum
Ibuprofen tersedia dalam berbagai merek dan dapat digunakan dalam bentuk tablet dan cairan. Sesuaikan penggunaannya dengan resep dokter.
Peringatan:
  • Bagi wanita hamil dan menyusui, sesuaikan dengan anjuran dokter.
  • Tanyakan dosis untuk anak di bawah 12 tahun dengan dokter.
  • Harap berhati-hati dengan penggunaan ibuprofen jika berusia di atas 65 tahun.
  • Konsumsi ibuprofen dengan makanan atau segelas susu untuk menghindari efek samping.
  • Harap berwaspada jika menderita tukak lambung, inflamasi saluran pencernaan, asma, alergi terhadap obat anti inflamasi non-steroid (misalnya aspirin), gangguan hati, gangguan ginjal, penyakit jantung, penyakit lupus, hipertensi serta gangguan penggumpalan darah.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Ibuprofen
Dosis penggunaan ibuprofen tergantung kepada tingkat keparahan rasa sakit yang diderita pasien. Jangan melebihi dosis maksimum ibuprofen untuk orang dewasa yaitu 2.400 mg per 24 jam. Tabel berikut ini akan menjelaskan dosis-dosis umum penggunaan ibuprofen bagi dewasa dan anak-anak.
Usia
Takaran
Frekuensi per hari
>12 tahun
200-400 mg
3-4 kali
10-12 tahun
300 mg atau 15 ml
3 kali
7-10 tahun
200 mg atau 10 ml
3 kali
4-7 tahun
150 mg atau 7,5 ml
3 kali
1-4 tahun
100 mg atau 5 ml
3 kali
6-12 bulan
50 mg atau 2,5 ml
3-4 kali
3-6 bulan
50 mg atau 2,5 ml
3 kali
Sebelum mengonsumsi ibuprofen, baca terlebih dahulu aturan pemakaian yang tertera pada kemasannya.
Mengonsumsi Ibuprofen dengan Benar
Ibuprofen sebaiknya dikonsumsi sesudah makan atau dengan segelas susu untuk mengurangi efek sampingnya. Pastikan untuk mengurangi rokok serta konsumsi minuman keras karena dapat meningkatkan risiko efek samping pendarahan pada lambung.
Jika Anda tidak sengaja melewatkan jadwal minum ibuprofen, segeralah meminumnya jika jadwal untuk dosis berikutnya masih lama. Jangan menggandakan dosis ibuprofen yang diminum dengan maksud menggantikan dosis yang sudah terlewat.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Ibuprofen
Tiap obat pasti berpotensi menyebabkan efek samping, termasuk ibuprofen. Beberapa efek samping yang dapat terjadi saat mengonsumsi obat ini antara lain:
  • Mual dan muntah
  • Perut kembung
  • Nyeri ulu hati
  • Gangguan pencernaan
  • Diare atau konstipasi
  • Sakit kepala
  • Tukak lambung
  • Muntah darah
  • Tinja berwarna hitam atau disertai darah