Showing posts with label H. Show all posts
Showing posts with label H. Show all posts

Monday, 12 September 2016

Hydroquinone

Hydroquinone adalah obat yang digunakan untuk menangani hiperpigmentasi yang terjadi pada kulit. Hiperpigmentasi adalah penggelapan bagian-bagian kulit yang umumnya terjadi setelah peradangan, misalnya bekas jerawat, bekas luka, atau bintik-bintik cokelat karena pajanan sinar matahari. Selain peradangan, penggelapan kulit ini juga dapat terjadi karena pengaruh hormon pada ibu hamil.
Obat yang menghambat produksi pigmen melanin ini memutihkan dan mencerahkan flek-flek hitam. Proses ini akan menipiskan warna flek sehingga lebih mendekati warna alami kulit. Karena itu, senyawa ini juga sering menjadi salah satu komposisi dalam kosmetik pemutih kulit.

Tentang Hydroquinone
Jenis obat
Penghambat melanin
Golongan
Obat resep dan bebas (tergantung merek)
Manfaat
Menangani hiperpigmentasi pada kulit
Digunakan oleh
Dewasa dan remaja berusia 12 tahun ke atas
Bentuk
Obat oles (topikal)
Hydroquinone tersedia dalam berbagai merek dan dapat dibeli secara bebas, namun ada beberapa merek yang memerlukan resep dokter. Merek yang harus digunakan dengan resep dokter adalah produk dengan kandungan hydroquinone yang lebih tinggi.
Peringatan
  • Wanita hamil atau menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan hydroquinone.
  • Remaja di bawah 12 tahun sebaiknya tidak menggunakan hydroquinone.
  • Jangan dioleskan pada luka terbuka atau di sekitar mata.
  • Hindari pajanan matahari pada bagian yang diolesi hydroquinone.
  • Hubungi dokter jika kondisi Anda tidak kunjung membaik atau bertambah parah setelah menggunakan hydroquinone selama dua bulan.
  • Harap berhati-hati bagi yang menderita asma serta penyakit kulit lain seperti eksim atau prosiasis.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Hydroquinone
Oleskan krim hydroquinone secukupnya, lalu ratakan. Lakukan sebanyak 1-2 kali sehari pada kulit yang mengalami hiperpigmentasi. Frekuensi maksimal pengolesan adalah dua kali sehari. Jika ragu mengenai cara pemakaian dan dosis, tanyakan pada dokter kulit Anda.
Menggunakan Hydroquinone dengan Benar
Gunakan hydroquinone sesuai anjuran dokter atau keterangan pada kemasan. Jika digunakan berlebihan, obat oles ini dapat memicu pemutihan kulit yang tidak diinginkan.
Oleskan hydroquinone secukupnya secara merata pada kulit. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum dan sesudah menggunakan obat ini.
Hydroquinone sebaiknya tidak digunakan pada sekitar mata dan bagian kulit dengan luka terbuka. Jika ini terjadi, segera basuh dengan air sampai bersih.
Bagian kulit yang diolesi hydroquinone akan menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. Karena itu, hindari pajanan matahari sebisa mungkin dan jangan lupa untuk menggunakan tabir surya atau pakaian tertutup saat bepergian.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Hydroquinone
Penggunaan hydroquinone umumnya aman namun berpotensi menyebabkan efek samping. Obat jenis oles ini dapat memicu efek samping seperti:
  • Sensasi kesemutan, panas, atau terbakar pada kulit.
  • Kulit mengalami iritasi, kemerahan, atau kering.
Segera hentikan pemakaian obat dan temui dokter jika Anda mengalami alergi atau efek samping yang berkepanjangan atau bertambah parah. Munculnya luka melepuh, kulit pecah-pecah, dan penggelapan kulit yang mirip memar juga harus diwaspadai.


Heparin

Heparin adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan menangani penggumpalan darah. Obat ini akan menurunkan kemampuan pembekuan darah sehingga tidak terjadi penggumpalan. Heparin tidak bisa menghancurkan penggumpalan darah, melainkan berfungsi mencegah penggumpalan tidak membesar hingga menyebabkan masalah yang lebih serius.
Beberapa komplikasi yang dapat ditangani sekaligus dicegah dengan heparin, meliputi trombosis vena dalam (deep vein thrombosis/DVT), embolisme paru-paru, serta penggumpalan darah pada proses dialisis, bedah jantung, dan transfusi darah. Komplikasi setelah serangan jantung juga dapat dicegah dengan obat ini.

Tentang Heparin
Jenis obat
Antikoagulan
Golongan
Obat resep
Manfaat
Mencegah dan mengobati penggumpalan darah
Dikonsumsi oleh
  • Langkah pencegahan: Dewasa
  • Langkah pengobatan: Dewasa dan anak-anak
Bentuk
Obat suntik
Peringatan
  • Wanita yang sedang hamil dianjurkan untuk mendiskusikannya dengan dokter sebelum menggunakan heparin.
  • Harap berhati-hati bagi lansia, orang yang akan menjalani prosedur pungsi lumbal atau lumbar puncture dan orang yang akan diberikan bius lokal. Begitu juga bagi orang-orang yang akan menjalani operasi, berpenyakit mata, sedang atau rentan mengalami pendarahan, rentan mengalami memar tanpa alasan jelas, mengonsumsi minuman keras dalam jumlah banyak, menderita gangguan sirkulasi darah, diabetes, hemofilia, gangguan jantung, gangguan ginjal, gangguan hati, gangguan metabolisme, sepsis, tuberkulosis, dan trombositopenia.
  • Pengguna heparin sebaiknya tidak mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan alat berat karena obat ini menyebabkan pusing atau sakit kepala pada sebagian orang.
  • Hindari konsumsi minuman keras, penggunaan obat antiinflamasi non-steroid (seperti ibuprofen) selama menggunakan heparin.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Heparin
Takaran penggunaan heparin berbeda-beda bagi tiap penderita. Penentuan dosis ini tergantung kepada jenis kondisi yang diderita. Tabel berikut ini menjelaskan dosis heparin yang umumnya diberikan kepada pasien dewasa berdasarkan jenis penyakit.
Jenis Penanganan dan Penyakit
Dosis (units)
Frekuensi
Pencegahan DVT dan embolisme paru-paru
5.000
dosis pertama
5.000
tiap 8-12 jamselama 7-10 hari
Pengobatan DVT dan embolisme paru-paru
5.000-10.000
dosis pertama
10.000-20.000
tiap 12 jam
Pengobatan angina tidak stabil dan oklusi arteri perifer akut
5.000
dosis pertama
1.000-2.000
tiap 1 jam
Pencegahan trombus mural setelah serangan jantung
12,500
tiap 12 jamselama setidaknya10 hari
Hemodialisis dan hemofiltrasi
1.000-5.000
dosis pertama
1.000-2.000
tiap 1 jam
Untuk proses cardiopulmonary bypass, dosis heparin akan ditentukan dengan mempertimbangkan berat badan pasien dewasa. Dosis yang umumnya diberikan adalah 300 units/kg berat badan. Takaran kemudian akan disesuaikan dengan aktifasi waktu pembekuan darah atau activated clotting time (ACT) yang berkisar antara 400-500 detik.
Mengonsumsi Heparin dengan Benar
Pemberian heparin umumnya dilakukan oleh petugas medis di rumah sakit karena kondisi pasien juga membutuhkan pemantauan dengan seksama.
Anda dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan darah serta fisik secara rutin selama menggunakan heparin, khususnya yang melebihi dari lima hari. Proses ini akan membantu dokter untuk memantau keefektifan obat serta kondisi Anda.
Pastikan Anda menghindari konsumsi minuman keras, serta rokok selama menggunakan antikoagulan ini. Sama halnya dengan konsumsi obat anti inflamasi non-steroid seperti ibuprofen. Kandungan alkohol dalam minuman keras akan meningkatkan risiko efek samping, sementara kandungan nikotin dalam rokok berpotensi mengurangi keefektifan heparin.
Antikoagulan seperti heparin akan mencegah pembekuan darah. Karena itu, harap berhati-hati agar Anda tidak terjatuh atau terluka untuk menghindari pendarahan berlebihan.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Heparin
Semua obat berpotensi menyebabkan efek samping. Begitu juga dengan heparin. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi saat mengonsumsi antikoagulan ini meliputi:
Segera temui dokter jika Anda mengalami efek samping serius, seperti pendarahan atau memar tanpa alasan jelas, darah pada urine serta tinja, dan bintik-bintik merah pada kulit.


Haloperidol

Haloperidol adalah obat untuk mengatasi berbagai masalah kejiwaan, seperti meredakan gejala skizofrenia, sindrom Tourette, tic disorder, mania, psychomotor agitation, dan masalah psikosis lainnya.

Haloperidol bisa mengatasi masalah yang memengaruhi cara berpikir, perasaan, atau perilaku karena haloperidol berfungsi menghambat efek kimia di dalam otak.
Tentang Haloperidol
Jenis obat
Obat antipsikotik
Golongan
Obat resep
Manfaat
Meredakan gejala skizofrenia dan masalah perilaku, atau emosional, serta masalah kejiwaan lainnya
Dikonsumsi oleh
Dewasa dan anak-anak
Bentuk
Kapsul, tablet, dan obat cair
Penggunaan haloperidol memerlukan resep dokter. Pastikan untuk mengikuti resep dan petunjuk yang disarankan oleh dokter berdasarkan kondisi kesehatan Anda.
Peringatan
  • Bagi wanita hamil, menyusui, atau yang sedang berusaha memiliki anak, sesuaikan dengan anjuran dokter tentang pemakaian obat ini.
  • Harap berhati-hati bagi penderita gangguan jantung, hati, ginjal, penyakit pembuluh darah, masalah prostat, myasthenia gravis, depresi, tumor kelenjar adrenal, glaukoma, epilepsi, penyakit kuning, dan penyakit Parkinson.
  • Harap waspada bagi yang mengalami masalah pernapasan.
  • Haloperidol tidak boleh dikonsumsi oleh orang-orang lanjut usia yang menderita demensia.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Haloperidol
Penentuan dosis haloperidol tergantung kepada kondisi pasien, tingkat keparahan penyakit, serta respons tubuh pasien terhadap obat. Berikut ini adalah takaran umum penggunaan haloperidol yang diresepkan oleh dokter.
Jenis Penyakit
Usia
Dosis(miligram) per hari
Skizofrenia, psikosis dan mania (akut)
Dewasa
2-20
Skizofrenia, psikosis dan mania (kronis)
Dewasa
3-20
Psychomotor anti-agitation (akut)
Dewasa
3-15
Psychomotor anti-agitation (kronis)
Dewasa
1.5-9
Skizofrenia
3-12 tahun
0,5-6
13-17 tahun
0,5-10
Psychomotor anti-agitation
3-12 tahun
0,25-3
13-17 tahun
0,25-6
Dosis haloperidol yang dikonsumsi tergantung kepada penyakit dan usia pasien. Dosis di atas bisa diminum sekali sehari atau dibagi menjadi beberapa dosis. Dokter umumnya akan memberikan dosis kecil sebagai awalan dan meningkatkan dosisnya secara perlahan-lahan untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.
Mengonsumsi Haloperidol dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan haloperidol sebelum mulai menggunakannya.
Haloperidol bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Gunakan air putih untuk menelan tablet haloperidol.
Haloperidol untuk mengatasi skizofrenia biasanya akan diberikan untuk jangka waktu panjang, kecuali ada efek yang merugikan atau berlawanan. Sedangkan jika untuk meredakan gangguan kecemasan atau agitation, haloperidol hanya dikonsumsi hingga gejala mereda.
Jangan menghentikan konsumsi haloperidol secara tiba-tiba. Jika diperlukan, dokter akan mengurangi dosis secara perlahan-lahan.
Beri tahu dokter jika selama mengonsumsi haloperidol, Anda mulai atau berhenti merokok, karena rokok dapat memengaruhi kinerja haloperidol di dalam tubuh. Disarankan untuk tidak mengonsumsi alkohol selama mengonsumsi haloperidol karena bisa meningkatkan risiko terkena efek samping.
Tanyakan kepada dokter jika Anda ingin mengonsumsi obat bebas lain bersamaan dengan haloperidol untuk memastikan apakah obat tersebut sesuai.
Periksakan kadar gula darah secara rutin bagi penderita diabetes karena haloperidol bisa memengaruhi kadar gula dalam darah.
Haloperidol mungkin dapat mengurangi efek obat bius, jadi jika Anda menjalani perawatan gigi atau operasi, beri tahu dokter atau petugas medis yang menanganinya.
Gunakan tabir surya dengan SPF minimal 15 jika ingin beraktivitas di bawah sinar matahari langsung karena haloperidol bisa menyebabkan kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari.
Jangan mengemudi atau menggunakan peralatan mesin karena haloperidol dapat menimbulkan rasa kantuk dan memperlambat reaksi tubuh.
Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi haloperidol pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya dan supaya Anda tidak lupa.
Bagi pasien yang lupa mengonsumsi haloperidol, disarankan untuk segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis haloperidol pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.
Pastikan untuk memeriksakan diri ke dokter secara teratur selama mengonsumsi haloperidol agar dokter dapat memonitor perkembangan kondisi Anda.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Haloperidol
Sama seperti obat-obatan lainnya, haloperidol berpotensi menyebabkan efek samping. Tapi seiring dengan penyesuaian tubuh dengan obat, efek samping umumnya akan mereda. Berikut ini adalah beberapa efek samping yang umum terjadi:
  • Mulut terasa kering
  • Perubahan berat badan
  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Sulit buang air kecil
  • Perubahan suasana hati
  • Masalah menstruasi
  • Pandangan buram
  • Gemetar
  • Konstipasi
  • Sulit tidur
  • Detak jantung berdebar
  • Payudara membesar
  • Hidung tersumbat
  • Perubahan kemampuan seksual
Selain beberapa efek samping yang disebutkan di atas, ada juga beberapa gejala sindrom neuroleptik maligna. Walau jarang terjadi, hal ini perlu diwaspadai. Berikut ini adalah beberapa gejalanya:
  • Demam tinggi
  • Berkeringat
  • Otot terasa kaku
  • Jantung berdebar cepat
  • Linglung
Jika mengalami gejala sindrom neuroleptik maligna yang disebutkan di atas, segera temui dokter.