Showing posts with label A. Show all posts
Showing posts with label A. Show all posts

Saturday, 10 September 2016

Obat Asam traneksamat

Asam traneksamat merupakan golongan obat anti-fibrinolitik. Obat ini dapat digunakan untuk menghentikan pendarahan pada sejumlah kondisi, misalnya pendarahan pascaoperasi, mimisan, pendarahan akibat menstruasi berlebihan, dan pendarahan pada penderita angio-edema turunan.
Asam traneksamat bekerja dengan cara menghambat pecahnya gumpalan darah sehingga pendarahan tidak terjadi lagi. Obat ini tidak boleh digunakan secara bebas dan harus melalui resep dokter.
Tentang Asam Traneksamat
Jenis obat
Obat anti-fibrinolitik
Golongan
Obat resep
Manfaat
Menghentikan pendarahan misalnya pada mimisan, pascaoperasi, menstruasi berlebihan, dan pendarahan pada penderita angio-edema turunan.
Dikonsumsi oleh
Dewasa (usia 18 tahun atau lebih)
Bentuk obat
Tablet dan suntik
Peringatan:
  • Bagi wanita yang sedang hamil atau menyusui, sesuaikan dosis asam traneksamat dengan anjuran dokter.
  • Harap berhati-hati bagi yang menderita gangguan ginjal dan memiliki gangguan pada pembuluh darah.
  • Harap berhati-hati juga jika pernah mengalami kejang dan pernah terdiagnosis menderita gangguan pembekuan darah yang disebut disseminated intravascular coagulation (DIC).
  • Harap waspada dan hentikan pengobatan jika mengalami gangguan penglihatan warna.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Asam Traneksamat
Dosis yang direkomendasikan untuk pengobatan awal adalah 1000 mg yang dikonsumsi sebanyak 3 dosis per hari, selama jangka waktu maksimal empat hari. Untuk kasus menstruasi parah, dosis bisa ditingkatkan namun maksimum adalah 4000 mg per hari.
Menggunakan Asam Traneksamat dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan asam traneksamat sebelum mulai menggunakannya.
Telan tablet asam traneksamat dengan bantuan air minum dan jangan menghancurkannya atau mengunyahnya terlebih dahulu. Obat ini dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk menggunakan asam traneksamat secara teratur tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya.
Bagi pasien yang lupa mengonsumsi asam traneksamat, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Selain itu jangan menggandakan dosis asam traneksamat pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.
Biasanya Anda akan disarankan dokter untuk rutin memeriksa darah dan kondisi organ hati jika menggunakan asam traneksamat dalam jangka panjang. Selama Anda menjalani pengobatan dengan asam traneksamat, usahakan untuk tetap rutin menemui dokter agar perkembangan kondisi Anda bisa diketahui.
Jika Anda akan menjalani prosedur operasi atau perawatan gigi, beri tahu dokter atau perawat bahwa Anda sedang mengonsumsi asam traneksamat.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Asam Traneksamat
Sama seperti obat-obat lain, asam traneksamat juga berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang umum terjadi setelah mengonsumsi obat anti-fibrinolitik ini adalah:
  • Diare
  • Mual
  • Badan terasa lelah
Jika efek samping berkelanjutan, hubungi dokter Anda.


Obat Asam mefenamat

Asam mefenamat merupakan salah satu jenis obat anti inflamasi non-steroid. Obat ini berfungsi meredakan rasa sakit tingkat ringan hingga menengah, serta mengurangi inflamasi atau peradangan.
Contoh rasa sakit akibat inflamasi yang umumnya dapat diatasi dengan asam mefenamat adalah artritis, nyeri menstruasi, serta nyeri setelah operasi. Selain mengatasi nyeri menstruasi, obat ini juga dapat digunakan untuk mengurangi volume pendarahan yang parah saat menstruasi.
Asam mefenamat berfungsi menghambat enzim yang memroduksi prostaglandin. Prostaglandin adalah senyawa yang dilepas tubuh dan menyebabkan rasa sakit serta inflamasi. Dengan menghalangi produksi prostaglandin, asam mefenamat akan mengurangi rasa sakit dan inflamasi.
Tentang Asam Mefenamat
Jenis obat
Anti inflamasi non-steroid
Golongan
Obat resep
Manfaat
Meredakan rasa sakit dan inflamasi
Dikonsumsi oleh
Dewasa dan anak-anak di atas 12 tahun
Bentuk
Tablet, kapsul, obat cair yang diminum
Asam mefenamat tersedia dalam berbagai merek dan dapat digunakan dalam bentuk tablet serta obat cair yang diminum. Tetapi penggunaannya harus dengan resep dokter.
Peringatan:
  • Bagi wanita yang sedang hamil dan menyusui, sesuaikan dengan anjuran dokter.
  • Obat ini mengurangi kesuburan seseorang sehingga sebaiknya dihindari bagi mereka yang sedang berencana untuk hamil.
  • Harap waspada dengan penggunaan asam mefenamat jika berusia di atas 65 tahun.
  • Dikonsumsi setelah makan atau dengan camilan.
  • Jika mengonsumsi obat ini, sebaiknya tidak mengemudi atau mengoperasikan alat berat karena obat ini bisa menyebabkan rasa kantuk.
  • Harap berhati-hati jika menderita tukak lambung, inflamasi usus, asma, anemia, edema, alergi terhadap obat anti inflamasi non-steroid (misalnya, aspirin dan ibuprofen), gangguan hati, gangguan ginjal, penyakit jantung, gangguan penggumpalan darah, hipertensi, epilepsi, lupus, pofiria, serta pernah menjalani operasi jantung.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis:
Obat ini umumnya dikonsumsi sebanyak 500 mg sebanyak tiga kali sehari. Dosis asam mefenamat tergantung kepada tingkat keparahan rasa sakit serta respons tubuh terhadap obat.
Penggunaan asam mefenamat khusunya untuk manula berusia di atas 65 tahun sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan dokter.
Mengonsumsi Asam Mefenamat dengan Benar
Gunakanlah asam mefenamatsesuai anjuran dokter dan jangan lupa untuk membaca keterangan pada kemasan.
Asam mefenamatsebaiknya dikonsumsi sesudah makan atau dengan cemilan untuk mencegah efek samping. Pasien juga dianjurkan berhenti atau mengurangi rokok dan konsumsi minuman keras selama mengonsumsi obat ini agar dapat mengurangi risiko efek samping pendarahan pada lambung.
Untuk mengatasi nyeri menstruasi, dokter biasa menyarankan pasien untuk mengonsumsi obat ini sejak hari pertama menstruasi atau saat nyeri menstruasi muncul. Pasien umumnya mengonsumsi obat ini selama 2-3 hari pertama menstruasi.
Obat ini umumnya hanya diberikan untuk konsumsi dalam waktu singkat. Pasien disarankan untuk memeriksakan diri secara rutin ke dokter, terutama jika membutuhkan konsumsi asam mefenamat untuk jangka panjang.
Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi asam mefenamat pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya.
Bagi pasien yang lupa mengonsumsi asam mefenamat, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis obat pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Asam Mefenamat
Sama seperti obat-obat lain, asam mefenamat juga berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang umum terjadi saat mengonsumsi obat ini adalah:
  • Nyeri ulu hati
  • Gangguan pencernaan
  • Tidak nafsu makan
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Mengantuk dan kelelahan
Segera hentikan pemakaian obat dan temui dokter jika Anda mengalami efek samping yang lebih serius seperti sariawan, diare, tinja berwarna hitam atau berdarah, dan muntah darah.


Obat Asam borat

Asam borat adalah suatu senyawa yang memiliki efek antikuman ringan untuk melawan infeksi akibat bakteri atau jamur. Obat ini juga bisa digunakan sebagai antiseptik untuk mengatasi luka kecil, seperti luka teriris dan luka bakar ringan, mengatasi alkalinitas berlebih atau tingkat keasaman pada vagina yang diakibatkan oleh bakteri, serta infeksi jamur pada vagina.
Selain itu, asam borat juga bisa mengatasi jerawat. Asam borat juga ditemukan dalam obat tetes mata dan berguna untuk meredakan iritasi mata, mengairi atau sebagai pembasuh mata, dan membantu menyingkirkan polutan yang mengotori mata, seperti klorin, kabut asap, atau zat kimia lainnya.
Tentang Asam Borat
Jenis obat
Antiseptik
Golongan
Obat bebas
Manfaat
  • Meredakan iritasi mata
  • Mengurangi tingkat keasaman pada vagina
  • Mengatasi jerawat
Digunakan oleh
Dewasa dan anak-anak
Bentuk
Obat tetes mata, obat gel
Asam borat tersedia dalam berbagai merek dan bisa dibeli secara bebas di apotek.
Peringatan
  • Bagi anak-anak, wanita hamil dan menyusui, sesuaikan dengan anjuran dokter.
  • Asam borat hanya merupakan obat luar dan tidak untuk diminum.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Asam Borat
Dosis asam borat tergantung kepada tujuan pemakaian dan kosentrasi merek obat yang digunakan. Baca kemasan untuk mengetahui dosis dan cara pemakaian asam borat. Jika ragu, konsultasikan kepada dokter.
Menggunakan Asam Borat dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan asam borat sebelum mulai menggunakannya.
Penggunaan asam borat untuk mengatasi jerawat tidak boleh lebih dari tiga kali dalam sehari dan hindari area sekitar mata. Sedangkan penggunaan asam borat dalam obat tetes mata hanya untuk mata dan jangan menggunakannya saat memakai kontak lensa karena bisa menyebabkan kerusakan warna pada kontak lensa. Kontak lensa baru bisa digunakan kembali 15 menit setelah menggunakan obat tetes yang mengandung asam borat.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Asam Borat
Sama seperti obat-obatan lainnya, asam borat berpotensi menyebabkan efek samping. Tapi seiring dengan penyesuaian tubuh dengan obat, efek samping umumnya akan mereda. Berikut ini adalah beberapa efek samping yang umum terjadi.
  • Mata merah dan berair
  • Rasa perih
Jika penyakit atau gejala yang diderita tidak kunjung mereda, segera temui dokter untuk penanganan lebih lanjut.


Obat Antasida

Antasida merupakan obat yang digunakan untuk menangani gejala-gejala yang terjadi akibat produksi asam lambung yang berlebihan. Salah satu di antaranya adalah natrium bikarbonat.
Beberapa jenis gangguan pencernaan yang dapat ditangani dengan natrium bikarbonat meliputi dispepsia, sakit maag, serta nyeri ulu hati. Obat ini berfungsi menetralisasi asam lambung yang jumlahnya melebihi kadar normal.
alodokter-natrium bikarbonat
Natrium bikarbonat termasuk jenis antasida reaksi cepat dan sebaiknya tidak digunakan secara terus-menerus atau untuk jangka panjang.
Tentang Natrium Bikarbonat
Jenis obat
Antasida
Golongan
Obat resep
Manfaat
Menetralisasi kadar asam lambung yang berlebihan
Dikonsumsi oleh
Dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas
Bentuk
Obat bubuk
Natrium bikarbonat harus digunakan dengan resep dokter. Obat ini tidak dianjurkan untuk anak-anak di bawah 12 tahun.
Peringatan
  • Wanita hamil hanya boleh mengonsumsi natrium bikarbonat jika dianjurkan oleh dokter.
  • Natrium bikarbonat kemungkinan berpengaruh pada ASI, jadi wanita yang sedang menyusui sebaiknya menghubungi dokter terlebih dulu.
  • Penggunaan natrium bikarbonat sebaiknya tidak lebih dari 14 hari.
  • Harap berhati-hati bagi yang menderita penyakit jantung, edema, gangguan ginjal, gangguan hati, gangguan saluran kemih, hipertensi, penyakit usus buntu, atau memiliki kadar sodium yang tinggi.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Natrium Bikarbonat
Dosis penggunaan natrium bikarbonat tergantung kepada tingkat keparahan gejala. Takaran umum yang digunakan adalah 1-5 gr bubuk natrium bikarbonat yang dicampur dengan segelas air dan diminum 4-6 jam sekali. Dosis tersebut dianjurkan bagi pasien anak-anak di atas 12 tahun dan dewasa.
Penggunaan antasida ini sebaiknya tidak lebih dari 14 hari. Jika digunakan untuk jangka panjang, obat ini berpotensi memicu efek samping. Temui dokter jika gejala berlanjut dan Anda telah mengonsumsi natrium bikarbonat selama 14 hari.
Mengonsumsi Natrium Bikarbonat dengan Benar
Gunakanlah natrium bikarbonat sesuai anjuran dokter dan jangan lupa untuk membaca keterangan pada kemasan.
Campurkan antasida ini dengan segelas air sebelum diminum. Jika sudah dicampur dengan air, obat ini sebaiknya segera diminum sebelum 30 menit. Hindarilah penggunaan natrium bikarbonat setelah kemasan sudah dibuka selama satu bulan.
Jangan meminumnya bersamaan dengan susu atau produk susu. Obat antasida juga sebaiknya diberikan jarak dua jam dengan waktu minum obat lain karena berpotensi memengaruhi penyerapan atau kinerja obat lain.
Obat ini akan memengaruhi tekanan darah tinggi selama masa kehamilan. Karena itu, penggunaan natrium bikarbonat bagi ibu hamil harus dengan anjuran dan pengawasan dokter.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Natrium Bikarbonat
Semua obat berpotensi menyebabkan efek samping. Demikian juga dengan natrium bikarbonat. Beberapa efek samping yang berpotensi muncul selama menggunakan antasida ini antara lain:
  • Perut kembung.
  • Kram perut.
Segera hentikan konsumsi obat dan hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping atau gejala-gejala Anda bertambah parah.
Bagi penderita gangguan saluran kemih, penggunaan natrium bikarbonat yang berlebihan atau overdosis dapat memicu alkalosis metabolik.


Obat Amoxicillin

Amoxicillin adalah salah satu jenis antibiotik penisilin yang digunakan untuk mengatasi berbagai jenis bakteri. Misalnya, amoxicillin digunakan untuk mengobati infeksi pada saluran pernapasan, saluran kemih, dan telinga. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi amoxicillin.

Amoxicillin hanya berfungsi untuk mengobati infeksi bakteri dan tidak berdampak pada infeksi virus. Obat ini membunuh bakteri dengan cara menghambat pembentukan dinding sel bakteri .
Tentang Amoxicillin
Jenis obat
Antibiotik penicillin
Manfaat
Mengatasi infeksi akibat bakteri terutama pada:
  • Sistem pernapasan
  • THT (Telinga, hidung dan tenggorokan)
  • Sistem pencernaan
  • Sistem saluran kemih
  • Sistem reproduksi wanita
  • Meninges
  • Kulit dan jaringan lunak
  • Infeksi gonore
Dikonsumsi oleh
Dewasa dan anak-anak
Nama lain
Amoxycillin, Amox
Bentuk obat
Kapsul, cairan oral, bubuk dan suntik
Amoxicillin adalah jenis obat keras memerlukan resep dokter. Obat ini juga bisa digabungkan dengan obat lain Ada banyak jenis dan merek obat-obatan yang mengandung amoxicillin. Ingat untuk membaca kandungan di dalamnya pada bungkus obat yang Anda beli.
Peringatan:
  • Jangan minum obat ini jika Anda alergi terhadap penisilin.
  • Bagi wanita yang sedang mengandung atau sedang menyusui, pastikan untuk membicarakan dengan dokter sebelum mengonsumsi amoxicillin.
  • Jika Anda menjalani vaksinasi apa pun, pastikan memberi tahu dokter bahwa Anda sedang mengonsumsi amoxicillin karena amoxicillin dapat berdampak pada keefektifan vaksin.
  • Jika Anda sedang mengonsumsi pil kontrasepsi dan mengalami muntah-muntah akibat amoxicillin, gunakan alat pengaman tambahan seperti kondom.
  • Harap berhati-hati bagi penderita gangguan ginjal dalam mengonsumsi obat ini.
  • Amoxicillin sebaiknya tidak dikonsumsi oleh penderita demam kelenjar karena dapat menyebabkan ruam.
  • Jika terjadi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Amoxicillin
Dokter yang akan menentukan dosis dan lama konsumsi amoxicillin berdasarkan infeksi yang terjadi, tingkat keparahannya, dan respons tubuh. Umumnya dosis amoxicillin per hari berkisar antara 500-1500 mg untuk 7-14 hari. Khusus untuk infeksi gonore, 3 gram amoxicillin hanya perlu diminum sekali. Bagi anak-anak, dosis juga akan berdasarkan berat badan.
Mengonsumsi Amoxicillin dengan Benar
Pastikan untuk membaca petunjuk pada bungkus obat dan mengikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi amoxicillin. Jangan mengubah dosis amoxicillin kecuali disarankan oleh dokter Anda. Jaga jarak waktu antara satu dosis amoxicillin dengan dosis berikutnya secara teratur.
Amoxicillin bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Khususnya untuk amoxicillin bubuk, campurkan dengan setengah gelas air dan minum secepatnya setelah diaduk.
Pastikan Anda menghabiskan dosis yang sudah diberikan oleh dokter. Hal ini dilakukan untuk mencegah munculnya kembali infeksi. Jika masih belum sembuh setelah mengonsumsi semua dosis yang diresepkan, kembali temui dokter.
Jika tidak sengaja melewatkan dosis amoxicillin, segera minum begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan mengganti dosis yang terlewat dengan menggandakan dosis amoxicillin pada jadwal berikutnya.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Amoxicillin
Walau jarang, amoxicillin berpotensi menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. Jelaskan pada dokter jika Anda mengalami efek samping yang berkepanjangan dan beritahu obat yang Anda konsumsi.
Beberapa efek samping yang mungkin terjadi adalah:

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami ruam, pembengkakan pada wajah atau mulut, atau kesulitan bernapas. Ini mungkin pertanda Anda alergi terhadap antibiotik jenis ini. Segera hentikan penggunaan amoxicillin dan pergilah ke rumah sakit terdekat.

Obat Amonium

Amonium klorida adalah salah satu bahan yang digunakan di dalam obat batuk dan berguna untuk mengencerkan dahak yang membuat penderita batuk lebih mudah untuk mengeluarkannya. Untuk mengatasi batuk yang mengganggu dan hidung tersumbat, amonium klorida dicampur dengan dua bahan lainnya, yaitu diphenhydramine dan mentol.
Tentang Amonium Klorida
Jenis Obat
Obat ekspektoran
Golongan
Obat bebas terbatas namun ada beberapa merek yang tidak memerlukan resep dokter
Manfaat
Mengencerkan dahak pada penderita batuk, pilek dan flu
Dikonsumsi oleh
Dewasa dan anak-anak
Bentuk Obat
Obat cair yang diminum
Peringatan
  • Bagi wanita hamil, menyusui atau yang sedang mencoba untuk hamil, tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi obat ini.
  • Harap berhati-hati bagi penderita gangguan hati, asma, glaukoma sudut tertutup, retensi urine, dan hipertrofi prostat.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Amonium Klorida
Dosis amonium klorida yang digunakan tergantung kepada merek obat batuk atau pilek yang dikonsumsi. Baca aturan pemakaian yang tertera pada kemasan obat atau tanyakan langsung pada dokter.
Mengonsumsi Amonium Klorida dengan Benar
Usahakan untuk tidak mengonsumsi minuman beralkohol saat menggunakan amonium klorida karena bisa meningkatkan risiko terkena efek samping.
Jangan mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin saat mengonsumsi obat ini karena bisa menimbulkan rasa kantuk dan memengaruhi kemampuan respons Anda.
Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi obat pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya.
Bagi pasien yang lupa mengonsumsi amonium klorida, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis amonium klorida pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Amonium Klorida
Penggunaan obat amonium klorida berpotensi menyebabkan efek samping. Tapi seiring dengan penyesuaian tubuh terhadap obat, efek samping umumnya akan berkurang dan mereda. Berikut ini adalah efek samping yang dapat terjadi:
  • Mengantuk
  • Pusing
  • Mual dan muntah
  • Mulut kering
  • Sakit kepala
Jika penyakit yang diderita tidak kunjung sembuh atau efek samping yang dialami tidak mereda, segera temui dokter untuk penanganan lebih lanjut.


Obat Amitriptyline

Amitriptyline adalah obat yang digunakan untuk mengobati depresi. Obat yang masuk ke dalam kelompok antidepresan trisiklik ini berfungsi meningkatkan kadar zat kimia tertentu di dalam otak, sehingga gejala depresi berangsur menurun.
Selain diperuntukkan untuk mengatasi depresi, amitriptyline juga dapat digunakan untuk meredakan nyeri saraf dan mencegah migrain.
Tentang Amitriptyline
Jenis obat
Antidepresan trisiklik
Golongan
Obat resep
Manfaat
Meredakan depresi, nyeri saraf, dan mencegah migrain
Dikonsumsi oleh
Dewasa
Bentuk obat
Tablet, dan cairan yang diminum
Peringatan:
  • Bagi wanita yang sedang hamil tidak disarankan untuk mengonsumsi amitriptyline, kecuali atas petunjuk dari dokter. Sedangkan bagi wanita yang sedang menyusui, tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi obat ini.
  • Obat ini tidak boleh digunakan oleh anak-anak yang masih berusia di bawah 16 tahun.
  • Harap berhati-hati jika Anda menderita diabetes, konstipasi, glaukoma, porfiria, epilepsi, tumor kelenjar adrenal, gangguan prostat, gangguan hati, gangguan mental, dan gangguan jantung. Selain itu, harap berhati-hati juga jika Anda terdiagnosis memiliki kelenjar tiroid yang terlalu aktif.
  • Mengonsumsi obat ini dapat menimbulkan efek kantuk. Oleh karena itu, jangan berkendara atau mengoperasikan mesin selama melakukan pengobatan dengan amitriptyline.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Amitriptyline
Untuk dosis awal penggunaan, amitriptyline biasanya diberikan sebesar 50-100 mg per hari. Takaran ini bisa dibagi menjadi beberapa dosis atau diminum sekaligus pada malam hari. Jika diperlukan, dokter dapat menaikkan dosis hingga 150 mg. Dosis akan disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit, kondisi kesehatan, serta respons pasien terhadap obat.
Bagi orang-orang yang telah lanjut usia atau manula, amitriptyline biasanya diberikan dalam dosis yang lebih rendah, yaitu sekitar 10-25 mg sebanyak tiga kali dalam sehari. Dokter dapat menaikkan dosis secara perlahan-lahan jika diperlukan. Bagi manula yang intoleran terhadap dosis tinggi, batas takaran maksimal amitriptyline adalah 50 mg per hari.
Mengonsumsi Amitriptyline dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan amitriptyline sebelum mulai mengonsumsinya.
Amitriptyline dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi amitriptyline pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya.
Bagi pasien yang lupa mengonsumsi amitriptyline, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis amitriptyline pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.
Amitriptyline dapat membuat kulit penggunanya menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. Jika Anda mengalaminya, hindarilah terpapar sinar matahari dan gunakan tabir surya.
Anda disarankan untuk menjauhi alkohol selama menjalani pengobatan dengan amitriptyline. Alkohol dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping pada pengguna obat ini.
Pengobatan dengan amitriptyline biasanya berlangsung secara jangka panjang. Jangan menghentikan penggunaan obat ini atau mengubah dosisnya tanpa bertanya terlebih dahulu pada dokter untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.
Khasiat amitriptyline tidak akan langsung terasa saat baru digunakan. Efek positif rata-rata baru mulai dirasakan setelah 1-2 minggu, sedangkan untuk manfaat maksimalnya baru bisa terlihat setelah 4-6 minggu penggunaan.
Saat menjalani pengobatan dengan amitriptyline, jangan lupa untuk tetap rutin memeriksakan diri agar dokter dapat memonitor perkembangan kondisi Anda.
Segera hubungi dokter jika depresi Anda kian meningkat setelah mengonsumsi obat ini, terlebih lagi jika Anda sampai mau melukai diri sendiri atau berniat melakukan bunuh diri.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Amitriptyline
Sama seperti obat-obat lain, amitriptyline juga berpotensi menyebabkan efek samping. Terdapat beberapa efek samping yang bisa terjadi setelah mengonsumsi obat antidepresan ini.
  • Mengantuk
  • Pusing saat bangun tidur
  • Mual
  • Nyeri perut
  • Konstipasi
  • Diare
  • Mulut terasa kering


Obat Amiodarone

Amiodarone merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi ketidakteraturan irama jantung pada penderita aritmia jantung. Obat ini bekerja dengan cara mengembalikan irama jantung yang tidak normal, misalnya terlalu lambat atau cepat, kepada irama jantung yang normal.
Obat ini biasanya akan diresepkan dokter untuk pasien aritmia yang tidak cocok mengonsumsi obat lainnya karena alasan-alasan tertentu.
Tentang Amiodarone
Jenis obat
Antiaritmia
Golongan
Obat resep
Manfaat
Mengatasi irama jantung yang tidak teratur pada penderita aritmia jantung.
Dikonsumsi oleh
Dewasa
Bentuk obat
Tablet dan suntik
Peringatan:
  • Bagi wanita hamil, tidak disarankan untuk mengonsumsi amiodarone. Pemberian obat ini hanya akan dilakukan oleh dokter jika dirasa sangat perlu. Bagi wanita yang sedang menyusui, amiodarone mutlak dilarang untuk dikonsumsi.
  • Amiodarone juga tidak boleh dikonsumsi oleh anak-anak.
  • Sangat penting untuk mengonsumsi obat ini sesuai dengan petunjuk dokter karena berdampak pada kinerja jantung. Jangan mengubah dosis atau frekuensi konsumsi obat tanpa bertanya pada dokter.
  • Harap berhati-hati jika Anda menderita gangguan jantung, gangguan tiroid, dan menderita porfiria.
  • Harap berhati-hati juga jika Anda terdiagnosis kekurangan potasium.
  • Jangan menggunakan amiodarone bersamaan dengan obat-obatan lainnya tanpa petunjuk dari dokter. Hal ini dikhawatirkan dapat menyebabkan interaksi obat yang membahayakan.
  • Jika Anda akan melakukan perawatan atau prosedur yang melibatkan pemberian obat anestesi, misalnya perawatan gigi, beri tahu dokter atau perawat yang menangani bahwa Anda sedang menjalani pengobatan dengan amiodarone. Beberapa jenis obat anestesi dapat bereaksi dengan amiodarone dan meningkatkan risiko munculnya efek samping.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Amiodarone
Untuk pengobatan awal aritmia, dosis yang diberikan pada minggu pertama adalah 200 mg tiga kali sehari. Pada minggu kedua, dosis harus diturunkan menjadi 200 mg dua kali sehari.
Setelah dua minggu awal pengobatan, maka pemberian amiodarone memasuki tahap pemeliharaan. Dosis yang diberikan pada masa pemeliharaan ini adalah 200 mg per hari atau kurang dari itu.
Mengonsumsi Amiodarone dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan amiodarone sebelum mulai mengonsumsinya. Amiodarone dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi amiodarone pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya.
Bagi pasien yang lupa mengonsumsi amiodarone, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis amiodarone pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.
Jangan mengonsumsi grapefruit ketika Anda menjalani pengobatan dengan amiodarone karena zat yang terkandung di dalam buah tersebut dapat bereaksi dengannya di dalam aliran darah dan meningkatkan kadar amiodarone.
Jika Anda akan melakukan aktivitas di luar rumah, lindungi kulit Anda dari paparan sinar matahari, baik dengan payung atau tabir surya. Hal ini dikarenakan efek samping amiodarone yang dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari.
Saat menjalani pengobatan dengan Amiodarone, jangan lupa untuk tetap rutin memeriksakan diri ke dokter agar dia dapat memonitor perkembangan kondisi Anda.
Pengobatan dengan amiodarone biasanya berlangsung dalam jangka panjang. Jangan menghentikan penggunaan obat ini tanpa bertanya terlebih dahulu kepada dokter untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Amiodarone
Sama seperti obat-obat lain, amiodarone juga berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang bisa terjadi setelah mengonsumsi obat antiaritmia ini adalah:
  • Gangguan lambung
  • Mual
  • Muntah
  • Pandangan kabur
  • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya
  • Gangguan tidur
  • Gangguan indera pengecapan lidah.
Pada kasus tertentu, penggunaan amiodarone juga dapat berdampak pada fungsi hati dan kelenjar tiroid. Selain memonitor jantung Anda dengan elektrokardiogram, dokter juga akan memonitor fungsi hati dan kelenjar tiroid melalui tes darah. Segera hubungi dokter jika Anda mengalami sakit kuning, sesak napas, dan batuk berkelanjutan.
Lihat lebih lanjut mengenai: