Showing posts with label O. Show all posts
Showing posts with label O. Show all posts

Monday, 12 September 2016

Ondansetron

Ondansetron adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati mual dan muntah yang disebabkan oleh efek samping kemoterapi, radioterapi atau operasi. Mual dan muntah disebabkan oleh senyawa alami tubuh yang bernama serotonin. Jumlah serotonin dalam tubuh akan meningkat ketika kita menjalani kemoterapi, radioterapi, dan operasi. Seretonin akan bereaksi terhadap reseptor 5HTyang berada di usus kecil dan otak, dan membuat kita merasa mual. Ondansetron akan menghambat serotonin bereaksi pada receptor 5HT3 sehingga membuat kita tidak mual dan berhenti muntah.

Tentang Ondansetron
Jenis obat
Kelompok obat anti mual, 5HT3-receptor antagonist
Golongan
Obat resep
Manfaat
Mencegah dan mengobati mual dan muntah akibat kemoterapi, radioterapi, dan pascaoperasi.
Dikonsumsi oleh
Dewasa dan anak-anak di atas usia 6 bulan
Bentuk obat
Tablet, obat larut, obat suntik, dan supositoria
Peringatan:
  • Bagi wanita hamil, merencanakan kehamilan, atau sedang menyusui, tidak disarankan mengonsumsi obat ini.
  • Jika muncul rasa sakit atau pembengkakan pada bagian perut, segera temui dokter. Mungkin ini pertanda gangguan pencernaan serius.
  • Harap berhati-hati bagi penderita gangguan pencernaan, konstipasi, gangguan hati, dan penyakit jantung dalam mengonsumsi obat ini.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Ondansetron
Dosis umum pemakaian ondansetron adalah 8mg – 32mg per hari. Jangan menambah atau mengurangi dosis yang dianjurkan oleh dokter Anda. Dosis untuk anak-anak ditentukan oleh dokter berdasarkan usia dan berat badan anak.
Menggunakan Ondansetron dengan Benar
Pastikan untuk membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi ondansetron. Tanyakan pada dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain bersamaan dengan ondansetron karena beberapa obat-obatan bisa saling memengaruhi.
Untuk mencegah dan mengobati mual dan muntah akibat kemoterapi dan radioterapi, dokter akan  meresepkan obat ini kurang lebih satu jam sebelum penanganan dilakukan. Setelah itu, Anda perlu melanjutkan mengonsumsi ondansetron selama beberapa hari setelahnya sesuai dengan resep dokter.
Untuk mengatasi mual dan muntah pascaoperasi, Anda akan diresepkan obat ini kurang lebih satu jam sebelum pelaksanaan operasi. Obat ini akan bereaksi satu hingga dua jam setelah dikonsumsi.
Obat ini bisa dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Biasanya dokter akan melarang makan sebelum kemoterapi, radioterapi, atau operasi. Ondansetron bukan jenis obat yang dikunyah atau ditelan seperti tablet lainnya. Bersihkan dan keringkan tangan Anda sebelum mengonsumsi obat ini.
Bagi pasien yang lupa mengonsumsi ondansetron, disarankan untuk segera mengonsumsinya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis ondansetron pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Ondansetron
Reaksi orang terhadap sebuah obat berbeda-beda. Meski obat ini memiliki manfaat yang baik kepada tubuh, tapi obat ini juga bisa menimbulkan efek samping. Beberapa efek samping yang umumnya terjadi, seperti:
  • Sakit kepala dan pusing
  • Mudah mengantuk
  • Kepanasan
  • Pusing ketika berdiri
  • Mudah lelah
  • Konstipasi
  • Sakit perut
Jika efek samping yang terjadi terus berkepanjangan atau mengalami reaksi alergi, segera temui dokter atau datangi rumah sakit terdekat.


Omeprazole

Omeprazole adalah obat yang mampu menurunkan kadar asam yang diproduksi di dalam lambung.  Obat yang masuk ke dalam jenis penghambat pompa proton ini mengobati beberapa kondisi, yaitu nyeri ulu hati, penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), dan infeksi H. Pylori yang menyebabkan tukak lambung. Selain itu, omeprazole juga dapat digunakan untuk mengobati sindrom Zollinger-Elision.

Tentang Omeprazole
Jenis obat
Penghambat pompa proton
Golongan
Obat resep
Manfaat
  • Mengurangi produksi asam lambung
  • Mencegah dan mengobati gangguan pencernaan atau nyeri ulu hati, tukak lambung, sindrom Zollinger-Ellison, penyakit asam lambung atau GERD
  • Salah satu langkah pengobatan infeksi bakteri H. Pylori
  • Mengurangi asam lambung selama operasi
Dikonsumsi oleh
Dewasa dan anak-anak
Bentuk obat
Tablet, kapsul, obat larut dan suntik
Beberapa tablet dan kapsul omeprazole harus ditelan utuh-utuh dan beberapa lainnya bisa dicampur dengan air untuk mempermudah proses konsumsi. Bacalah aturan penggunaan omeprazole pada petunjuk yang tertera di dalam kemasan.
Peringatan:
  • Bagi anak-anak, wanita hamil dan yang sedang menyusui, sesuaikan dengan anjuran dokter.
  • Harap berhati-hati menggunakan omeprazole jika menderita penyakit hati, mempunyai kadar kalsium tubuh yang rendah atau gangguan tulang.
  • Tanyakan pada dokter sebelum mengonsumsi omeprazole jika mengalami kesulitan menelan, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, mual, dan pendarahan.
  • Jika terjadi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Omeprazole
Dosis omeprazole akan disesuaikan dengan kondisi dan respons pasien terhadap pengobatan. Berikut adalah dosis omeprazole secara umum menurut kondisi yang diobati.
Kondisi
Dosis per hari (sebelum makan)
Gangguan pencernaan/nyeri ulu hati
20mg
Tukak lambung
40 mg
Tukak usus halus
20 mg
Penyakit asam lambung atau GERD
10-40 mg
Infeksi H. Pylori
20-40 mg
Sindrom Zollinger Ellison
60-120 mg
Esofagitis atau radang kerongkongan
20 mg
Bagi pasien anak-anak, selain kondisi, dokter akan mempertimbangkan usia serta berat badan mereka dalam menentukan dosis omeprazole. Untuk informasi lebih lengkap mengenai dosis omeprazole untuk anak, tanyakan pada dokter.
Mengonsumsi Omeprazole dengan Benar
Sebelum menggunakan omeprazole, perhatikan informasi yang diberikan oleh dokter terkait obat ini atau baca informasi yang tertera di dalam kemasan agar Anda bisa mengetahui aturan pakai serta efek samping obat ini. Hindari pemakaian omeprazole lebih dari 4 minggu tanpa membicarakannya dengan dokter.
Omeprazole dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan, tapi lebih baik untuk dikonsumsi sebelum makan.
Telanlah tablet dan kapsul omeprazole dengan air dan jangan mengunyahnya. Hal ini bertujuan agar omeprazole dapat terserap seutuhnya oleh tubuh. Jika Anda termasuk orang yang kesulitan menelan, tersedia omeprazole dalam bentuk obat larut.
Konsumsilah omeprazole sesuai takaran dosis dan frekuensi yang ditetapkan oleh dokter. Jika Anda tanpa sengaja melewatkan satu dosis konsumsi, segera konsumsi dosis yang tertinggal tersebut begitu Anda ingat. Tapi jika sudah sangat mendekati jadwal minum obat berikutnya, jangan mengonsumsi dua dosis sekaligus.
Konsumsilah makanan dalam porsi-porsi kecil. Porsi terlalu besar dapat menekan lambung sehingga terlalu banyak asam lambung yang diproduksi. Hindarilah makanan atau minuman yang dapat memperburuk gejala penyakit lambung Anda, seperti cokelat, tomat, daun mint, kopi, dan alkohol. Menurunkan berat badan juga dapat membantu mencegah naiknya asam lambung sehingga meringankan gejala gangguan pencernaan.
Berhenti atau batasi kebiasaan merokok, karena merokok juga meningkatkan produksi asam lambung.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Omeprazole
Omeprazole jarang menyebabkan efek samping pada penggunanya. Jika pun ada, biasanya efek samping akan membaik setelah penyesuaian tubuh terhadap obat ini.
Efek samping omeprazole yang berpotensi terjadi:
Segera temui dokter jika efek samping yang Anda alami tidak kunjung hilang atau bahkan makin parah.


Ofloxacin

Ofloxacin adalah obat golongan antibiotik kuinolon. Obat ini digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri, seperti infeksi saluran kemih, infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit, dan infeksi menular seksual, misalnya gonore. Ofloxacin bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan dan memberantas bakteri penyebab infeksi-infeksi tersebut.

Karena ofloxacin merupakan antibiotik, maka obat ini tidak bisa digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh virus, seperti flu atau pilek.
Tentang Ofloxacin
Jenis obat
Antibiotik kuinolon
Golongan
Obat resep
Manfaat
Mengobati infeksi bakteri
Dikonsumsi oleh
Dewasa
Bentuk obat
Tablet
Peringatan:
  • Bagi wanita yang sedang hamil atau menyusui tidak diperbolehkan mengonsumsi obat ini.
  • Ofloxacin juga tidak boleh dikonsumsi oleh anak-anak.
  • Harap berhati-hati bagi penderita gangguan jantung, hati, ginjal, radang tendon atau tendonitis, epilepsi, diabetes, defisiensi enzim glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD), dan penyakit myasthenia gravis.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Ofloxacin
Berikut ini adalah dosis penggunaan ofloxacin pada sejumlah kondisi:
Kondisi
Dosis
Infeksi saluran pernapasan bawah
400 mg per hari sekali minum. Jika diperlukan, dosis dapat dinaikkan menjadi 400 mg dua kali sehari.
Uretritis atau infeksi saluran uretra
400 mg per hari.
Gonore (kencing nanah)
400 mg; hanya perlu diminum sekali.
Infeksi saluran kemih atas
200 hingga 400 mg per hari sekali minum. Jika diperlukan, dosis dapat dinaikkan menjadi 400 mg dua kali sehari.
Infeksi saluran kemih bawah
200 hingga 400 mg per hari.
Infeksi kulit dan jaringan lunak lain
400 mg dua kali per hari
Mengonsumsi Ofloxacin dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan ofloxacin sebelum mulai mengonsumsinya. Telanlah tablet atau kapsul ofloxacin dengan air putih dan jangan mengunyahnya. Antibiotik ini dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi ofloxacin pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya.
Sebaiknya konsumsi ofloxacin pada pagi hari jika dokter meresepkannya sebagai obat sekali minum. Jika diresepkan menjadi dua dosis per hari, maka masing-masing dosis harus berjarak 12 jam.
Bagi pasien yang lupa mengonsumsi ofloxacin, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Selain itu jangan menggandakan dosis ofloxacin pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.
Durasi pengobatan dengan ofloxacin bervariasi, tergantung pada jenis dan tingkat keparahan infeksi. Pengobatan biasanya akan berlangsung hingga satu minggu atau lebih, namun tidak boleh lebih dari dua bulan.
Pastikan Anda menghabiskan seluruh dosis yang diresepkan oleh dokter walau kondisi Anda tampaknya sudah membaik. Hal ini dilakukan untuk mencegah kembalinya infeksi. Jika kondisi tidak membaik setelah menghabiskan obat, periksakan diri ke dokter.
Jangan mengonsumsi multivitamin yang mengandung seng atau besi, serta obat-obatan antasida pada dua jam sebelum atau sesudah meminum ofloxacin karena dapat mengganggu penyerapan ofloxacin oleh tubuh. Selain itu tidak diperbolehkan mengonsumsi obat-obatan antiinflamasi nonsteroid (OAINS) selama menjalani pengobatan dengan ofloxacin.
Saat menggunakan ofloxacin, kadang-kadang kulit bisa menjadi sensitif terhadap sinar matahari. Jika Anda mengalami hal ini, lindungilah kulit Anda dengan tabir surya jika akan melakukan aktivitas di luar rumah. Sebaiknya hindari berkendara selama menggunakan ofloxacin karena obat ini juga dapat mengganggu konsentrasi dan menyebabkan pusing.
Jangan lupa untuk tetap rutin menemui dokter selama menjalani pengobatan dengan ofloxacin agar mereka dapat mengetahui perkembangan kondisi Anda.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Ofloxacin
Sama seperti obat-obat lain, ofloxacin juga berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang bisa terjadi setelah mengonsumsi antibiotik ini adalah: