Thursday, 15 September 2016

Obat Sildenafil

Sildenafil adalah obat untuk mengatasi disfungsi ereksi pada pria dewasa atau yang biasa disebut impotensi. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan disfungsi ereksi dan kondisi penyempitan aliran darah ke penis merupakan penyebab yang paling umum terjadi.

Obat ini juga dikenal dengan sebutan Viagra yang sebenarnya adalah salah satu merek sildenafil. Sildenafil bekerja dengan cara mencegah enzim phosphodiesterase tipe 5. Ini kemudian melebarkan atau melemaskan dinding pembuluh darah agar aliran darah ke penis meningkat saat ada rangsangan seksual.
Tentang Sildenafil
Jenis obat
Penghambat phosphodiesterase tipe 5
Golongan
Obat resep
Manfaat
Mengatasi disfungsi ereksi pada pria dewasa
Dikonsumsi oleh
Pria dewasa
Bentuk
Tablet dan tablet kunyah
Penggunaan sildenafil memerlukan resep dokter. Pastikan untuk mengikuti resep dan petunjuk yang disarankan oleh dokter berdasarkan kondisi kesehatan Anda.
Peringatan
  • Obat ini hanya boleh dikonsumsi oleh pria dewasa.
  • Harap berhati-hati bagi penderita gangguan jantung, hati, ginjal, leukemia, kanker sumsum tulang, penyakit pembuluh darah, masalah pada mata yang bisa menyebabkan kebutaan, tukak, angina, hipotensi, gangguan lain pada penis penyakit sel sabit dan jika pernah mengalami serangan jantung atau stroke,.
  • Jangan mengonsumsi sildenafil lebih dari satu dosis dalam kurun waktu 24 jam.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Sildenafil
Dosis sildenafil yang disarankan adalah 50 mg per hari dan dikonsumsi satu jam sebelum melakukan hubungan seksual. Dosis bisa dinaikkan menjadi 100 mg atau diturunkan menjadi 25 mg tergantung kepada reaksi yang Anda alami, tapi dosis maksimal adalah 100 mg per hari.
Mengonsumsi Sildenafil dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan sildenafil sebelum mulai menggunakannya.
Sildenafil bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan, tapi efek obat akan lebih lama untuk mulai bereaksi jika Anda mengonsumsinya setelah makan porsi besar.
Jika Anda diresepkan tablet kunyah sildenafil, maka kunyahlah terlebih dahulu sebelum ditelan. Jangan mengonsumsi sildenafil bersamaan dengan obat untuk mengatasi disfungsi ereksi lainnya.
Efek sildenafil dapat bertahan hingga lima jam, tapi dianjurkan untuk mengonsumsinya satu jam sebelum melakukan hubungan seksual. Sildenafil tidak untuk digunakan secara rutin atau tiap hari.
Sebelum melakukan hubungan seksual, Anda dan pasangan sebaiknya melakukan pemanasan karena sildenafil tidak menyebabkan ereksi kecuali mendapatkan rangsangan secara seksual.
Periksakan diri ke dokter secara teratur agar dokter dapat memonitor perkembangan kondisi Anda. Konsultasikan kepada dokter jika efek yang Anda alami tidak maksimal. Jangan mengonsumsi sildenafil melebihi dosis yang telah ditentukan.
Zat kimia di dalam jus grapefruit dapat meningkatkan kadar sildenafil di dalam aliran darah dan menyebabkan meningkatnya faktor terkena efek samping. Itu sebabnya disarankan untuk tidak mengonsumsi jus grapefruit bersamaan dengan sildenafil.
Kurangi konsumsi minuman keras sebelum mengonsumsi sildenafil karena dapat mengurangi kemampuan untuk ereksi dan Anda tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Sildenafil
Sildenafil berpotensi menyebabkan efek samping, tapi seiring dengan penyesuaian tubuh dengan obat, efek samping umumnya akan mereda.
Efek samping yang umum terjadi adalah sakit kepala dan selain itu ada beberapa efek samping lainnya yang jarang terjadi.
  • Mual
  • Hidung tersumbat
  • Wajah memerah
  • Gangguan pada pencernaan
Selain itu terdapat beberapa kondisi khusus yang perlu segera dikonsultasikan kepada dokter.
  • Hilang penglihatan secara tiba-tiba.
  • Ereksi bertahan lebih dari empat jam.
  • Nyeri dada.


Obat Salbutamol

Salbutamol adalah obat yang dapat melebarkan saluran udara pada paru-paru. Jenis obat ini disebut bronkodilator dan bekerja dengan melemaskan otot-otot di sekitar saluran pernapasan yang menyempit sehingga udara dapat mengalir lebih lancar ke dalam paru-paru.

Obat ini termasuk golongan inhaler jenis pereda dengan kemasan yang umumnya berwarna biru. Inhaler jenis pereda digunakan untuk meringankan gejala-gejala asma dengan cepat saat serangan berlangsung dan juga bisa mengobati Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Keefektifan salbutamol akan langsung terasa dalam beberapa menit setelah dihirup dan dapat bertahan selama sekitar empat jam.
Harap diingat bahwa obat hirup ini hanya efektif untuk meredakan sesak napas dan bukan untuk mencegahnya.
Tentang Salbutamol
Jenis obat
Bronkodilator (beta2-agonist dengan reaksi cepat)
Golongan
Obat resep
Manfaat
Meringankan gejala-gejala asma dan PPOK
Dikonsumsi oleh
Dewasa dan anak-anak
Bentuk
Obat hirup (inhaler)
Salbutamol tersedia dalam berbagai merek dan penggunaannya harus dengan resep dokter.
Peringatan:
  • Wanita yang sedang hamil dan menyusui hanya boleh menggunakan salbutamol jika benar-benar dibutuhkan dan dianjurkan oleh dokter.
  • Segera temui dokter jika gejala-gejala tidak berkurang setelah menghirup salbutamol sesuai dengan petunjuk dokter.
  • Harap berhati-hati jika menderita hipertiroidisme, gangguan kardiovaskular, hipertensi, diabetes, hipokalemia (kadar potasium yang rendah dalam darah), gangguan pencernaan, aritmia (detak jantung tidak beraturan), atau memiliki kadar oksigen rendah dalam darah.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Salbutamol:
Penentuan dosis salbutamol tergantung pada tingkat keparahan gejala dan kondisi kesehatan pasien. Dosis salbutamol dalam satu kali hirup biasanya adalah 100 mikrogram dan penggunaan maksimalnya adalah delapan kali hirup per hari. Berikut ini adalah takaran umum penggunaan salbutamol yang diresepkan oleh dokter saat terjadi serangan.
Dewasa dan anak-anak di atas 12 tahun
1-2 kali hirup
Anak-anak di bawah 12 tahun
1 kali hirup
Mengonsumsi Salbutamol dengan Benar
Gunakanlah salbutamol sesuai anjuran dokter dan jangan lupa untuk membaca keterangan pada kemasan.
Pada tahap awal penggunaan, dokter akan menganjurkan dosis efektif yang terendah. Lalu dosis akan direvisi dan disesuaikan dengan perkembangan kondisi Anda. Karena itu, Anda disarankan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk memantau keefektifan dosis salbutamol yang dibutuhkan.
Sebelum memakai salbutamol,pastikan Anda mengetahui cara menggunakan inhaler yang benar. Jangan lupa untuk senantiasa membawa inhaler Anda saat bepergian.
Jika Anda menggunakan lebih dari satu jenis inhaler, gunakanlah inhaler salbutamol terlebih dulu. Tunggu beberapa menit sebelum menggunakan inhaler lain. Salbutamol akan membuka saluran pernapasan sehingga meningkatkan keefektifan obat dari inhaler lain.
Bagi Anda yang kesulitan menyesuaikan napas saat menggunakan inhaler, dokter umumnya akan menganjurkan alat yang disebut spacer. Spacer dapat meningkatkan jumlah obat-obatan yang mencapai paru-paru, sekaligus mengurangi efek sampingnya.
Untuk memaksimalisasi manfaat salbutamol, Anda juga dianjurkan untuk berhenti merokok. Rokok dapat memicu iritasi pada paru-paru dan memperburuk kondisi asma serta gangguan pernapasan Anda.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Salbutamol
Semua obat berpotensi menyebabkan efek samping. Begitu juga dengan salbutamol. Beberapa efek samping yang umum terjadi saat mengonsumsi obat ini adalah:
  • Sakit kepala.
  • Kram otot.
  • Detak jantung yang cepat.
  • Iritasi atau rasa kering pada mulut dan tenggorokan.
Segera hentikan penggunaan obat dan temui dokter jika Anda mengalami efek samping yang meliputi penurunan tekanan darah, pingsan, serta gejala sesak napas yang bertambah parah.


Obat Risperidone

Risperidone adalah obat yang digunakan untuk menangani skizofrenia dan gangguan psikosis lain, serta perilaku agresif dan disruptif yang membahayakan pasien maupun orang lain. Antipsikotik ini bekerja dengan menstabilkan senyawa alami otak yang mengendalikan pola pikir, perasaan, dan perilaku.
Keseimbangan senyawa dalam otak akan mengurangi gejala yang dialami pasien. Tetapi kondisi yang membaik bukan berarti pasien boleh berhenti menggunakan risperidone secara langsung. Pergantian dosis dan penghentian konsumsi obat ini harus disertai anjuran dari dokter.

Tentang Risperidone
Jenis obat
Antipsikotik
Golongan
Obat resep
Manfaat
  • Menangani skizofrenia dan gangguan psikosis lain
  • Mengurangi perilaku agresif dan disruptif
Dikonsumsi oleh
Dewasa atau berusia 18 tahun ke atas
Bentuk
Tablet, obat cair, dan obat suntik
Risperidone tersedia dalam berbagai merek dan harus digunakan dengan resep dokter. Penggunaan obat ini tidak dianjurkan untuk anak-anak dan remaja di bawah usia 18 tahun.
Peringatan
  • Wanita hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan risperidone.
  • Risperidone dapat memengaruhi kesuburan pada wanita maupun pria. Karena itu, pasangan yang berencana untuk punya anak sebaiknya menghindari obat ini.
  • Jangan menghentikan konsumsi risperidone secara tiba-tiba atau tanpa konsultasi dengan dokter.
  • Pengidap diabetes yang menggunakan risperidone dianjurkan untuk lebih sering memeriksa kadar gula darahnya.
  • Jika menggunakan risperidone, beri tahu dokter sebelum menjalani prosedur medis apa pun. Obat ini dapat memengaruhi efek obat bius.
  • Hindari konsumsi minuman keras selama Anda menggunakan risperidone.
  • Harap berhati-hati bagi lansia dan yang menderita gangguan jantung, masalah pada pembuluh darah, dehidrasi, dementia, volume darah rendah, gangguan pencernaan, gangguan ginjal, diabetes, gangguan hati, epilepsi, gangguan prostat, gangguan pernapasan, depresi, glaukoma, tumor pada kelenjar adrenal, myasthenia gravis, porfiria, pernah mengidap sakit kuning, serta akan menjalani operasi mata.
  • Jika Anda mengantuk atau merasa pusing setelah menggunakan risperidone, jangan mengemudi atau mengoperasikan alat berat.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Risperidone
Tiap pasien bisa diresepkan takaran risperidone yang berbeda-beda. Penentuan dosis ini tergantung pada usia, jenis kondisi, serta respons tubuh pasien terhadap obat. Obat-obatan lain yang juga dikonsumsi oleh pasien juga akan menjadi bahan pertimbangan.
Takaran risperidone yang umumnya dianjurkan untuk pengidap skizofrenia dewasa adalah 2 mg per hari yang kemudian akan ditingkatkan menjadi 4 mg untuk penggunaan pada hari kedua dan seterusnya. Total dosis tersebut dapat diberikan dengan frekuensi sekali minum atau beberapa kali dalam sehari. Jika dibutuhkan, dokter akan kembali menyesuaikan dosis risperidone dengan reaksi tubuh pasien terhadap obat.
Untuk orang lanjut usia, dosis awalnya adalah 1 mg per hari dan kemudian bisa tetap pada 1 mg atau dinaikkan menjadi 2 mg.
Mengonsumsi Risperidone dengan Benar
Gunakanlah risperidone sesuai anjuran dokter dan jangan lupa untuk membaca keterangan pada kemasan.
Pada penggunaan awal, risperidone akan diberikan dengan dosis efektif yang paling rendah. Dosis tersebut kemudian akan ditinjau ulang dan disesuaikan dengan reaksi tubuh pasien terhadap obat. Karena itu, lakukanlah pemeriksaan kesehatan secara rutin ke dokter agar perkembangan kondisi Anda serta keefektifan obat dapat dipantau.
Obat ini dapat diminum sebelum atau sesudah makan. Selama menggunakan risperidone, hindarilah konsumsi minuman keras. Kandungan alkohol dalam minuman keras akan meningkatkan risiko efek samping.
Jika pasien ingin berhenti menggunakan risperidone, jangan melakukannya secara tiba-tiba tanpa petunjuk dokter karena gejala-gejala gangguan psikosis dapat kambuh. Proses ini harus dilakukan secara bertahap dan di bawah pengawasan dokter.
Usahakan untuk mengonsumsi risperidone pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya. Bagi pasien yang lupa mengonsumsi risperidone, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis risperidone pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Risperidone
Semua obat berpotensi menyebabkan efek samping, begitu juga dengan risperidone. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi saat mengonsumsi antipsikotik ini meliputi:
  • Pusing.
  • Mengantuk.
  • Pandangan kabur.
  • Mual.
  • Gangguan pencernaan.
  • Gemetar atau gelisah.
  • Sulit tidur.
  • Emosi yang tidak stabil.
  • Detak jantung yang cepat.
  • Kenaikan berat badan.
  • Gangguan pada gairah seks.
  • Mulut kering.
  • Kenaikan tekanan darah.
Segera temui dokter jika Anda mengalami efek samping yang serius, seperti demam, linglung, otot yang kaku, berkeringat, serta detak jantung yang cepat.


Obat Ranitidin

Ranitidin digunakan untuk menangani gejala dan penyakit akibat produksi asam lambung yang berlebihan. Kelebihan asam lambung dapat membuat dinding sistem pencernaan mengalami iritasi dan peradangan. Inflamasi ini kemudian dapat berujung pada beberapa penyakit, seperti tukak lambung, tukak duodenum, sakit maag, nyeri ulu hati, serta gangguan pencernaan.

Obat ini bekerja dengan menurunkan kadar asam berlebihan yang diproduksi oleh lambung sehingga rasa sakit dapat reda dan luka pada lambung perlahan-lahan akan sembuh. Selain mengobati, ranitidin juga dapat digunakan untuk mencegah munculnya gejala-gejala gangguan pencernaan akibat mengonsumsi makanan tertentu.
Tentang Ranitidin
Jenis obat
Obat penghambat reseptor H2
Golongan
Obat resep
Manfaat
Menurunkan kadar asam lambung yang berlebihan
Dikonsumsi oleh
Dewasa dan anak-anak di atas umur 3 tahun dan dengan berat badan di atas 30 kg
Bentuk obat
Tablet, kapsul, obat kunyah, bubuk, obat larut, cairan yang diminum atau disuntik
Ranitidin tersedia dalam berbagai merek dan dapat digunakan dalam bentuk tablet, bubuk, dan cairan yang diminum maupun disuntik. Tetapi penggunaannya harus dengan resep dokter.
Peringatan:
  • Bagi wanita hamil dan menyusui, sesuaikan dengan anjuran dokter.
  • Tanyakan dosis ranitidin untuk anak-anak dengan dokter.
  • Harap berhati-hati bagi penderita gangguan ginjal.
  • Harap berwaspada bagi yang mengalami pendarahan, sulit menelan, muntah, dan penurunan berat badan tanpa alasan jelas.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Ranitidin
Dosis dan jangka waktu penggunaan ranitidin tergantung kepada kondisi yang diobati dan tingkat keparahannya. Pada umumnya ranitidin dikonsumsi sebanyak 300 mg per hari. Dosis ini bisa diminum sekaligus atau dibagi menjadi dua. Ranitidin bisa diberikan selama 2-12 minggu, tergantung pada kondisi dan respons pasien terhadap pengobatan.
Mengonsumsi Ranitidin dengan Benar
Ranitidin dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama tiap hari.
Selama menggunakan obat ini, hindarilah konsumsi makanan atau minuman yang dapat memperparah gejala Anda agar keefektifan obat maksimal. Misalnya makanan pedas, cokelat, tomat, minuman keras, dan minuman panas, khususnya kopi. Anda juga dianjurkan untuk berhenti merokok karena merokok memicu produksi asam lambung. Mengurangi berat badan yang berlebihan juga akan membantu mengurangi gejala
Jika Anda tidak sengaja melewatkan jadwal minum ranitidin dan jadwal untuk dosis berikutnya tidak terlalu dekat, segeralah meminumnya. Jangan menggandakan dosis ranitidin untuk mengganti dosis yang sudah terlewat.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Ranitidin
Walau jarang, ranitidin berpotensi menyebabkan efek samping karena tubuh perlu menyesuaikan diri dengan obat yang dikonsumsi. Beberapa efek samping yang dapat terjadi antara lain:
  • Muntah-muntah
  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Sulit menelan
  • Urin yang keruh


Obat Ramipril

Ramipril adalah salah satu obat penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor) yang diresepkan untuk penderita gagal jantung dan hipertensi. Obat ini juga bisa digunakan untuk mencegah kerusakan ginjal dan pembuluh darah, misalnya akibat diabetes.

Ramipril bekerja dengan cara mengurangi produksi hormon angiotensin II. Dengan demikian, otot arteri menjadi lebar dan aliran darah yang mengandung oksigen ke jantung pun meningkat. Obat ini juga dapat menurunkan tekanan darah sehingga risiko stroke dan serangan jantung bisa lebih terkendali.
Ramipril juga dapat mengurangi volume cairan dalam sirkulasi tubuh. Oleh karena itu, jantung tidak perlu bekerja terlalu keras dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Karena efek ini, ramipril juga bisa diberikan kepada penderita gagal jantung.
Tentang Ramipril
Jenis obat
Kelompok obat ACE Inhibitor
Golongan
Obat resep
Manfaat
Menangani hipertensi, gagal jantung, serta mencegah masalah ginjal dan pembuluh darah.
Dikonsumsi oleh
Dewasa
Bentuk obat
Tablet, kapsul, dan obat cair
Peringatan
  • Bagi ibu hamil dan menyusui, tidak disarankan untuk mengonsumsi obat ini.
  • Dosis pertama mungkin akan membuat pusing, jadi lebih baik obat ini diminum malam hari.
  • Beberapa obat pereda sakit dan obat gangguan pencernaan dapat mengganggu kerja ramipril, maka konsultasikan kepada dokter sebelum mengonsumsi obat lain.
  • Harap berhati-hati dalam mengonsumsi ramipril jika Anda menderita dehidrasi akibat diare atau muntah-muntah, gangguan ginjal, gangguan hati, penyumbatan pembuluh darah atau gangguan lainnya, gangguan jantung, angio-edema, dan lupus.
  • Harap berhati-hati jika Anda sedang menjalani terapi dialisis.
  • Efek samping umum ramipril yang bisa mengganggu adalah batuk kering. Hubungi dokter jika hal ini mengganggu aktivitas Anda.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter atau pergi ke rumah sakit terdekat.
Dosis Ramipril
Dosis ramipril akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh, kondisi yang ingin ditangani dan tingkat keparahannya. Berikut adalah dosis yang umum diresepkan berdasarkan manfaat ramipril:
Manfaat
Dosis (mg/hari)
Hipertensi
2.5 – 10
Gagal jantung
1.25 – 10
Pencegahan serangan jantung kembali
2.5 – 10
Menangani gangguan ginjal
1.25 – 10
Ramipril bisa dikonsumsi sekali sehari atau dibagi menjadi dua kali dosis minum. Dosis bisa diubah seiring waktu untuk disesuaikan dengan respons tubuh terhadap dosis awal.
Mengonsumsi Ramipril dengan Benar
Sebelum mengonsumsi ramipril, baca informasi dan aturan pakai yang tertera pada kemasannya. Ikuti anjuran dokter dan jangan mengubah dosis tanpa saran dari dokter. Obat ini bisa diminum sebelum atau sesudah makan.
Selama mengonsumsi ramipril, pastikan Anda menemui dokter secara teratur agar keefektifan obat dan perkembangan kondisi Anda bisa dipantau. Jika diperlukan, dokter akan melakukan tes darah untuk memeriksa apakah ginjal Anda terus berfungsi normal. Batasi atau hentikan konsumsi minuman keras selama menjalani pengobatan dengan ramipril.
Patuhilah anjuran gaya hidup dan pola makan sehat serta cukup berolahraga. Selain itu, hindari pengganti garam selama mengonsumsi ramipril.
Dianjurkan untuk menyimpan obat cair ramipril di dalam kulkas agar lebih awet hingga masa pakai kurang lebih satu bulan setelah dibuka. Jika Anda diberikan ramipril dalam bentuk tablet, pastikan Anda menelannya utuh dan jangan dihancurkan atau dikunyah terlebih dahulu.
Cek kadar gula darah lebih rutin jika Anda menderita diabetes karena ramipril bisa menurunkan level gula darah.
Beri tahu dokter jika Anda akan menjalani prosedur medis atau perawatan gigi karena anestesi yang dipakai bisa berdampak pada tekanan darah.
Bagi pasien yang lupa mengonsumsi ramipril, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Selain itu jangan menggandakan dosis ramipril pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Ramipril
Efek samping berikut akan muncul akibat adaptasi tubuh dengan obat. Meski tidak semua membutuhkan penanganan medis, namun segera hubungi dokter jika efeknya berkepanjangan dan mulai terasa mengganggu. Beberapa efek samping yang mungkin muncul adalah:
  • Pandangan menjadi kabur.
  • Batuk kering.
  • Mual.
  • Sakit perut dan diare.
Segera hubungi dokter jika Anda merasa kesulitan bernapas, bengkak di area wajah, lidah atau tenggorokan, sakit kuning atau ruam kulit berat. Semuanya adalah reaksi alergi yang memerlukan penanganan khusus.


Tuesday, 13 September 2016

Pseudoephedrine

Pseudoephedrine adalah salah satu obat yang dapat digunakan untuk mengatasi hidung tersumbat. Kondisi ini dapat muncul karena flu dan pilek atau gangguan pernapasan lain seperti sinusitis dan alergi.

Obat ini termasuk ke dalam golongan dekongestan. Dekongestan akan menyempitkan pembuluh darah untuk meredakan pembengkakan akibat infeksi sehingga Anda akan lebih mudah bernapas.
Pseudoephedrine hanya berfungsi untuk meredakan gejala hidung tersumbat dan bukan untuk menyembuhkan penyakit yang menjadi penyebabnya. Obat ini juga dapat digunakan untuk menangani gejala telinga yang terasa penuh akibat inflamasi atau infeksi telinga.
Tentang Pseudoephedrine
Jenis obat
Dekongestan
Golongan
Obat bebas dan resep (tergantung merek)
Manfaat
Meredakan hidung tersumbat
Dikonsumsi oleh
Dewasa dan anak-anak di atas 12 tahun
Bentuk
Tablet dan obat cair yang diminum
Pseudoephedrine tersedia dalam berbagai merek. Ada merek yang dapat dibeli secara bebas di apotek dan ada yang harus dengan resep dokter.
Peringatan
  • Wanita hamil dan menyusui sebaiknya menghindari konsumsi pseudoephedrine.
  • Hubungi dokter jika gejala Anda tidak kunjung reda setelah mengonsumsi pseudoephedrine selama satu minggu atau jika disertai demam.
  • Harap berhati-hati jika menderita diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, hipertensi, hipertiroidisme, glaukoma, gangguan ginjal, gangguan hati, detak jantung yang tidak teratur atau cepat, dan pembengkakan prostat.
  • Jika mengonsumsi pseudoephedrine, sebaiknya tidak mengemudi atau mengoperasikan alat berat karena obat ini bisa menyebabkan pusing.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Pseudoephedrine
Tabel berikut ini menjelaskan takaran umum pseudoephedrine dengan kandungan 100 persen yang umumnya dianjurkan untuk pasien berusia 12 tahun ke atas.
Bentuk obat
Dosis
Frekuensi per hari
Tablet
60 mg
4 kali
Obat cair yang diminum
10 ml
3 kali
Pseudoephedrine juga termasuk salah satu zat dalam komposisi berbagai obat batuk, flu, dan pilek. Dosis penggunaan obat kombinasi ini umumnya tidak sama untuk tiap bentuk obat dan dapat dilihat pada masing-masing kemasan.
Mengonsumsi Pseudoephedrine dengan Benar
Gunakanlah pseudoephedrine sesuai anjuran dokter. Jika Anda memilih merek pseudoephedrine yang dijual secara bebas, gunakanlah sesuai keterangan pada kemasan (terutama untuk anak-anak) dan tanyakan pada dokter jika Anda ragu.
Pseudoephedrine dapat diminum sebelum atau sesudah makan. Konsumsi minuman keras dan merokok juga sebaiknya dihindari selama menggunakan obat ini guna mencegah efek samping. Begitu juga dengan kafein.
Beberapa jenis pseudoephedrine mengandung glukosa sehingga berpotensi meningkatkan kadar gula dalam darah. Karena itu, pengidap diabetes dianjurkan untuk memantau kadar gula darah secara tepat selama menggunakan obat ini.
Apabila mengonsumsi dekongestan ini dalam bentuk cair, sebaiknya menggunakan sendok atau gelas takar khusus yang disertakan di dalam kemasan. Jangan menggunakan sendok makan biasa karena kemungkinan takarannya berbeda.
Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Bagi pasien yang lupa mengonsumsi pseudoephedrine, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis pseudoephedrine pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Pseudoephedrine
Tiap obat berpotensi menyebabkan efek samping, termasuk pseudoephedrine. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi saat mengonsumsi obat ini adalah:
  • Gemetar.
  • Mual dan muntah.
  • Mulut kering.
  • Lemas.
  • Sakit kepala.
Segera hentikan konsumsi obat dan hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping yang serius seperti kesulitan bernapas, detak jantung yang cepat atau tak teratur, berhalusinasi, dan sulit tidur.